<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; Hamba Allah</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/author/hamba-allah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sedekah di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/sedekah-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/sedekah-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnat]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/sedekah-di-bulan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu &#8216;anhuma, ia berkata : &#8220;Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur&#8217;an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur&#8217;an. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan: &#8220;Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. &#8220; Dan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu &#8216;anha : &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam jika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. &#8220; Kedermawanan adalah sifat murah hati dan banyak memberi. Allah pun bersifat Maha Pemurah, Allah Ta&#8217;ala Maha Pemurah, kedermawanan-Nya berlipat ganda pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan. Dan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam segala sifat yang terpuji; kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini. Berbagai pelajaran yang dapat diambil dari berlipatgandanya kedermawanan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam di bulan Ramadhan : Bahwa kesempatan ini amat berharga dan melipatgandakan amal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/sedekah-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa Yang Sempurna</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/puasa-yang-sempurna/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/puasa-yang-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/puasa-yang-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku kaum muslimin, agar sempurna puasamu, sesuai dengan tujuannya, ikutilah langkah-langkah berikut ini : Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : &#8220;Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah. &#8221; HR.&#8217;Al-Bukhari dan Muslim) &#8220;Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang &#8221; (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya) Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya Anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar Anda tidak ragu-ragu. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda : &#8220;Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . &#8221; (HR. Al-Bukhari, I\luslim dan At-Tirmidz) Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan didalamnya, yakni membaca Al-Qur&#8217;anul Karim. Sesungguhnya Jibril &#8216;alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur&#8217;an baginya. (HR. AL-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhu).Dan pada diri Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/puasa-yang-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/keutamaan-puasa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/keutamaan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/keutamaan-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[1. Dalil : Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, bahwa Nabi bersabda: &#8220;Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta&#8217;ala berfirman, &#8216;Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.&#8217; Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.&#8221; 2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah? Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal, seperti: dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabi bersabda : &#8220;Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum.&#8221; (HR. Al-Bukhari). Inti pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqarrub kepada Allah Ta&#8217;ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram. Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/keutamaan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[batal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang membatalkan puasa, antara lain : Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya. Jima&#8217; (bersenggama). Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja. Keluamya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam . Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha. &#8221; (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan : &#8220;Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya).&#8221; DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu&#8217; dan dishahihRan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923. Murtad dari Islam -semoga Allah melindungi kita darinya. Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firman Allah Ta&#8217;ala: Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpuasa Tapi Meninggalkan Sholat</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tidak sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/</guid>
		<description><![CDATA[Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda : &#8220;Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. &#8221; (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah radhiallahu &#8216;anhu) At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya. Jabir radhiallahu &#8216;anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: (Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.&#8221; (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir, Allah berfirman : &#8220;Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. &#8220;(Al-Furqaan: 23). Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang beterbangan. Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan shalat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras. Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. &#8221; [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>19 Tanda Gagal Ramadhan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/19-tanda-gagal-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/19-tanda-gagal-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 01:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/19-tanda-gagal-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah ini kiat-Kiat menghindarinya gagalnya Ramadhan 1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya’ban. Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya’ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu ‘anha berkata, ”Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.” 2. Gampang mengulur shalat fardhu. “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih.” (Maryam: 59) Menurut Sa’id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat (meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain. 3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/19-tanda-gagal-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 01:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[keliru]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah &#38; Nasa’i) Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna. 1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat Lail Menghapuskan Dosa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[lail]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[menghapus]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/sholat-lail-menghapuskan-dosa/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, beritahu aku amal yang akan memasukanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau bersabda, “Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Engkau harus menyembah Alloh dan jangan menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat di tengah malam.” Kemudian beliau membaca ayat. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….” Hingga firman-Nya, “…sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (As-Sajdah 16-17). Kemudian beliau bersabda kembali, “Maukah kalian kuberitahu pangkal agama, tiangnya dan puncak tertingginya?”. Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok urusan adalah Islam (masuk Islam dengan syahadat,-pent), tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah kalian kuberitahu tentang kendali bagi semua itu?” Saya menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini.” Saya berkata, “Wahai Nabi Alloh, apakah kita akan disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Beliau menjawab, “Celaka kamu. Bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpegang pada Sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khulafaur]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[pegang]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[rasyidin]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah rodhiallohu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat”. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Alloh ‘azza wa jalla, tunduk taat (kepada pemimpin) meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan, hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Alloh). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”) MENDENGAR DAN TAAT Mendengar dan taat sama dengan bai’at. Bai’at kepada penguasa muslim yang sah hukumnya wajib. Kewajiban di sini selama bukan dalam kemaksiatan. Yaitu dalam hal-hal yang mubah. Karena kalau imam memerintahkan sesuatu yang wajib maka hakikatnya adalah mendengar dan taat kepada Alloh. Dengan demikian perintah imam terbagi dalam tiga bentuk yaitu: Perintah tersebut merupakan kewajiban syar’i, maka ketaatan di sini merupakan ketaatan kepada Alloh. Perintah tersebut sesuatu yang mubah maka wajib ditaati karena ini merupakan haknya. Perintah tersebut merupakan kemaksiatan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jauhilah Perbuatan Yang Meresahkan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jauhi]]></category>
		<category><![CDATA[meresahkan]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>
		<category><![CDATA[resah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Nawas bin Sam’an rodhiallohu ‘anhu bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim) Dan dari Wabishah bin Ma’bad rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus membenarkanmu.” (Hadits hasan yang kami riwayatkan dari Musnad Imam Ahmad bin Hambal dan Musnad Imam Ad-Darimi dengan sanad hasan) AL-BIRR ADALAH HUSNUL KHULUQ Al-Birr ada dua macam yaitu Al-Birr terkait dengan Alloh, dan Al-Birr terkait dengan sesama. Al-Birr terkait dengan Alloh adalah beriman kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Al-Birr terkait dengan sesama adalah husnul khuluq yaitu banyak berderma dan tidak mengganggu kepada sesama. DOSA Dosa adalah sesuatu yang membuat bimbang di hati dan tidak suka jika diketahui orang lain. Kebimbangan yang ada dalam hati ada tiga keadaan yaitu: Ragu untuk mengerjakan sesuatu yang sudah jelas dalilnya, maka tercela. Ragu yang disebabkan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
