<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; Ramadhan</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/category/islam/ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sedekah di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/sedekah-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/sedekah-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnat]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/sedekah-di-bulan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu &#8216;anhuma, ia berkata : &#8220;Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur&#8217;an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur&#8217;an. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dengan tambahan: &#8220;Dan beliau tidak pernah dimintai sesuatu kecuali memberikannya. &#8220; Dan menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu &#8216;anha : &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam jika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta. &#8220; Kedermawanan adalah sifat murah hati dan banyak memberi. Allah pun bersifat Maha Pemurah, Allah Ta&#8217;ala Maha Pemurah, kedermawanan-Nya berlipat ganda pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Ramadhan. Dan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam segala sifat yang terpuji; kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan berlipat ganda dibanding bulan-bulan lainnya, sebagaimana kemurahan Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini. Berbagai pelajaran yang dapat diambil dari berlipatgandanya kedermawanan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam di bulan Ramadhan : Bahwa kesempatan ini amat berharga dan melipatgandakan amal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/sedekah-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa Yang Sempurna</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/puasa-yang-sempurna/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/puasa-yang-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/puasa-yang-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku kaum muslimin, agar sempurna puasamu, sesuai dengan tujuannya, ikutilah langkah-langkah berikut ini : Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : &#8220;Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah. &#8221; HR.&#8217;Al-Bukhari dan Muslim) &#8220;Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang &#8221; (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya) Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya Anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar Anda tidak ragu-ragu. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda : &#8220;Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . &#8221; (HR. Al-Bukhari, I\luslim dan At-Tirmidz) Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan didalamnya, yakni membaca Al-Qur&#8217;anul Karim. Sesungguhnya Jibril &#8216;alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur&#8217;an baginya. (HR. AL-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhu).Dan pada diri Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/puasa-yang-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/keutamaan-puasa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/keutamaan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/keutamaan-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[1. Dalil : Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, bahwa Nabi bersabda: &#8220;Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta&#8217;ala berfirman, &#8216;Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.&#8217; Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.&#8221; 2. Bagaimana ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah? Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal, seperti: dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabi bersabda : &#8220;Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum.&#8221; (HR. Al-Bukhari). Inti pernyataan ini, bahwa tidak sempurna ber-taqarrub kepada Allah Ta&#8217;ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan hal-hal yang haram. Dengan demikian, orang yang melakukan hal-hal yang haram kemudian ber-taqarrub kepada Allah dengan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/keutamaan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[batal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang membatalkan puasa, antara lain : Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya. Jima&#8217; (bersenggama). Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja. Keluamya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam . Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha. &#8221; (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan : &#8220;Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya).&#8221; DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu&#8217; dan dishahihRan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923. Murtad dari Islam -semoga Allah melindungi kita darinya. Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firman Allah Ta&#8217;ala: Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/hal-hal-yang-membatalkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpuasa Tapi Meninggalkan Sholat</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 02:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tidak sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/</guid>
		<description><![CDATA[Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda : &#8220;Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir. &#8221; (HR. Ahmad dan Para penulis kitab Sunan dari hadits Buraidah radhiallahu &#8216;anhu) At-Tirmidzi berkata : Hadits hasan shahih, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menshahihkannya. Jabir radhiallahu &#8216;anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: (Batas) antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.&#8221; (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Tentang keputusan-Nya terhadap orang-orang kafir, Allah berfirman : &#8220;Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. &#8220;(Al-Furqaan: 23). Maksudnya, berbagai amal kebajikan yang mereka lakukan dengan tidak karena Allah, niscaya Kami hapus pahalanya, bahkan Kami menjadikannya sebagai debu yang beterbangan. Demikian pula halnya dengan meninggalkan shalat berjamaah atau mengakhirkan shalat dari waktunya. Perbuatan tersebut merupakan maksiat dan dikenai ancaman yang keras. Allah Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. &#8221; [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/berpuasa-tapi-meninggalkan-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>19 Tanda Gagal Ramadhan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/19-tanda-gagal-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/19-tanda-gagal-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 01:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/19-tanda-gagal-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah ini kiat-Kiat menghindarinya gagalnya Ramadhan 1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya’ban. Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya’ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu ‘anha berkata, ”Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.” 2. Gampang mengulur shalat fardhu. “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih.” (Maryam: 59) Menurut Sa’id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat (meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain. 3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/19-tanda-gagal-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 01:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[keliru]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/islam/ramadhan/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah &#38; Nasa’i) Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna. 1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
