<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; Hadits</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/category/pegangan-hidup/haditss/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Kitab Riyadhus Shalihin</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-kitab-riyadhus-shalihin/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-kitab-riyadhus-shalihin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[riyadhus]]></category>
		<category><![CDATA[shalihin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-kitab-riyadhus-shalihin/</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Alloh telah mengutus Rasul-Nya Muhammad dengan membawa petunjuk dan menurunkan kepadanya Al Quran pedoman hidup umat yang kekal sampai hari kiamat serta memberikan tafsir Al Quran dan yang semisalnya bersama Al Quran tersebut, sehingga Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa ucapan atau perbuatan adalah penjelas Al Quran dan penunjuk makna-maknanya. Demikian juga para sahabat Rasulullah telah menghafal, mempelajari dan menulis Al Quran dan As Sunnah sedangkan Alloh telah bertanggung jawab dalam menjaga kitab-Nya yang mulia dan menjadikan orang-orang yang menjaga dan memperhatikan As Sunnah An Nabawiyah sejak masa Rosululloh sampai sekarang hingga hari kiamat nanti. Dengan taufik dari Alloh, Sunnah Rosululloh menjadi pusat perhatian para ulama di setiap masa dan tempat sehingga sempurnalah penjagaan, taqyiid dan penulisannya dalam kitab musnad, shihah, sunan dan mu’jam-mu’jam. Di antara para ulama yang memberikan perannya dalam menjaga dan menulis As Sunnah adalah Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) yang termasuk dalam jajaran ulama besar di abad ke-7 hijriah, beliau memiliki hasil karya yang banyak lagi bermanfaat dalam pembahasan yang beraneka ragam, karya-karya beliau telah mendapatkan pujian dan sanjungan serta perhatian yang besar dari para ulama sehingga mereka mempelajari, mengambil faedah dan menukil dari karya-karya beliau tersebut. Di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-kitab-riyadhus-shalihin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Sanad dan Matan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[matan]]></category>
		<category><![CDATA[sanad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/</guid>
		<description><![CDATA[Sanad atau isnad secara bahasa artinya sandaran, maksudnya adalah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) dan berakhir pada orang sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni Sahabat. Misalnya al-Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka al-Bukhari dikatakan mukharrij atau mudawwin (yang mengeluarkan hadits atau yang mencatat hadits), rawi yang sebelum al-Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan Shahabat yang meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad. Matan secara bahasa artinya kuat, kokoh, keras, maksudnya adalah isi, ucapan atau lafazh-lafazh hadits yang terletak sesudah rawi dari sanad yang akhir. Para ulama hadits tidak mau menerima hadits yang datang kepada mereka melainkan jika mempunyai sanad, mereka melakukan demikian sejak tersebarnya dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipelopori oleh orang-orang Syi’ah. Seorang Tabi’in yang bernama Muhammad bin Sirin (wafat tahun 110 H) rahimahullah berkata, “Mereka (yakni para ulama hadits) tadinya tidak menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata, ‘Sebutkan kepada kami nama rawi-rawimu, bila dilihat yang menyampaikannya Ahlus Sunnah, maka haditsnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya ahlul bid’ah, maka haditsnya ditolak.’”[1] Kemudian, semenjak itu para ulama meneliti setiap sanad yang sampai kepada mereka dan bila syarat-syarat hadits [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Hadits</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[perawi]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur&#8217;an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur&#8217;an. Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa&#8217;i, dan Imam Ibnu Majah. Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini. I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi I.A. Hadits Mutawatir Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir: o&#160; Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. o&#160; Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath&#8217;iy. o&#160; Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama. I.B. Hadits Ahad Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Iman</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/kitab-iman/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/kitab-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Shahih Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/shahih-bukhari/kitab-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Bab Ke-1: Sabda Nabi saw., &#34;Islam itu didirikan atas lima perkara.&#34;[1] Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya, &#34;Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)&#34; (al-Fath: 4), &#34;Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.&#34;(al-Kahfi: 13), &#34;Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.&#34; (Maryam: 76), &#34;Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya&#34; (Muhammad: 17), &#34;Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya&#34; (al-Muddatstsir: 31), &#34;Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya.&#34; (at-Taubah: 124), &#34;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka.&#34; (Ali Imran: 173), dan &#34;Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah).&#34; (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan. 1.[2] Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Adi bin Adi sebagai berikut, &#34;Sesungguhnya keimanan itu mempunyai beberapa kefardhuan (kewajiban), syariat, had (yakni batas/hukum), dan sunnah. Barangsiapa mengikuti semuanya itu maka keimanannya telah sempurna. Dan barangsiapa tidak mengikutinya secara sempurna, maka keimanannya tidak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/kitab-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permulaan Turunnya Wahyu</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/permulaan-turunnya-wahyu/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/permulaan-turunnya-wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[permulaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[SAW]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/shahih-bukhari/permulaan-turunnya-wahyu/</guid>
		<description><![CDATA[Bab Bagaimana Permulaan Turunnya Wahyu kepada Rasulullah saw. dan Firman Allah Ta&#8217;ala, &#34;Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya.&#34; l. Dari Alqamah bin Waqash al-Laitsi, ia berkata, &#34;Saya mendengar Umar ibnul Khaththab r.a. (berpidato 8/59) di atas mimbar, &#8216;Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, &#8216;(Wahai manusia), sesungguhnya amal-amal itu hanyalah dengan niatnya (dalam satu riwayat: amal itu dengan niat 6/118) dan bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya (kepada Allah dan Rasul Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya. Dan, barangsiapa yang hijrahnya 1/20) kepada dunia, maka ia akan mendapatkannya. Atau, kepada wanita yang akan dinikahinya (dalam riwayat lain: mengawininya 3/119), maka hijrahnya itu kepada sesuatu yang karenanya ia hijrah.&#34; 2. Aisyah r.a. mengatakan bahwa Harits bin Hisyam r.a. bertanya kepada Rasulullah saw., &#34;Wahai Rasulullah, bagaimana datangnya wahyu kepada engkau?&#34; Rasulullah saw. menjawab, &#34;Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku bagaikan gemerincingnya lonceng, dan itulah yang paling berat atasku. Lalu, terputus padaku dan saya telah hafal darinya tentang apa yang dikatakannya. Kadang-kadang malaikat berubah rupa sebagai seorang laki-laki datang kepadaku, lalu ia berbicara kepadaku, maka saya hafal apa yang dikatakannya.&#34; Aisyah r.a. berkata, &#34;Sungguh saya melihat beliau ketika turun wahyu kepada beliau pada hari yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/permulaan-turunnya-wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jauhilah Kesenangan Dunia, Niscaya Dicintai Allah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 21:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[dicintai]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kesenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idi rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan akau akan dicintai Allah dan dicintai oleh manusia. “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya dicintai Allah dan zuhud lah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan imam yang lainnya dengan sanad yang shahih) Kedudukan Hadits Hadits ini sangat penting karena berisi landasan untuk mendapatkan cinta Allah dan cinta manusia. Cinta Allah Dan Cinta Manusia Cinta Allah dapat diraih dengan menunaikan hak-hakNya dan demikian juga cinta manusia dapat diraih dengan menunaikan hak-haknya dan memperlakukan mereka secara adil dan baik. Mendapat cinta Allah adalah tujuan utama seorang hamba dalam hidupnya, maka wajib bagi seorang hamba untuk mengetahui hal-hal yang mendatangkan kecintaan Allah. Zuhud Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Maka zuhud terhadap dunia maksudnya apabila berbuat bukan demi mendapatkan nilai duniawi tetapi semata-mata karena Allah, maka sama saja baginya mendapat pujian atau mendapat celaan manusia. Zuhud terhadap milik manusia maksudnya tidak ada dalam hatinya keinginan dan perhatian terhadap sesuatu yang menjadi milik orang lain. Barang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat Lail Menghapuskan Dosa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[lail]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[menghapus]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/sholat-lail-menghapuskan-dosa/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, beritahu aku amal yang akan memasukanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau bersabda, “Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Engkau harus menyembah Alloh dan jangan menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat di tengah malam.” Kemudian beliau membaca ayat. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….” Hingga firman-Nya, “…sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (As-Sajdah 16-17). Kemudian beliau bersabda kembali, “Maukah kalian kuberitahu pangkal agama, tiangnya dan puncak tertingginya?”. Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok urusan adalah Islam (masuk Islam dengan syahadat,-pent), tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah kalian kuberitahu tentang kendali bagi semua itu?” Saya menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini.” Saya berkata, “Wahai Nabi Alloh, apakah kita akan disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Beliau menjawab, “Celaka kamu. Bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpegang pada Sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khulafaur]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[pegang]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[rasyidin]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah rodhiallohu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat”. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Alloh ‘azza wa jalla, tunduk taat (kepada pemimpin) meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan, hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Alloh). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”) MENDENGAR DAN TAAT Mendengar dan taat sama dengan bai’at. Bai’at kepada penguasa muslim yang sah hukumnya wajib. Kewajiban di sini selama bukan dalam kemaksiatan. Yaitu dalam hal-hal yang mubah. Karena kalau imam memerintahkan sesuatu yang wajib maka hakikatnya adalah mendengar dan taat kepada Alloh. Dengan demikian perintah imam terbagi dalam tiga bentuk yaitu: Perintah tersebut merupakan kewajiban syar’i, maka ketaatan di sini merupakan ketaatan kepada Alloh. Perintah tersebut sesuatu yang mubah maka wajib ditaati karena ini merupakan haknya. Perintah tersebut merupakan kemaksiatan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/berpegang-pada-sunnah-rasulullah-dan-khulafaur-rasyidin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jauhilah Perbuatan Yang Meresahkan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jauhi]]></category>
		<category><![CDATA[meresahkan]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>
		<category><![CDATA[resah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Nawas bin Sam’an rodhiallohu ‘anhu bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim) Dan dari Wabishah bin Ma’bad rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus membenarkanmu.” (Hadits hasan yang kami riwayatkan dari Musnad Imam Ahmad bin Hambal dan Musnad Imam Ad-Darimi dengan sanad hasan) AL-BIRR ADALAH HUSNUL KHULUQ Al-Birr ada dua macam yaitu Al-Birr terkait dengan Alloh, dan Al-Birr terkait dengan sesama. Al-Birr terkait dengan Alloh adalah beriman kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Al-Birr terkait dengan sesama adalah husnul khuluq yaitu banyak berderma dan tidak mengganggu kepada sesama. DOSA Dosa adalah sesuatu yang membuat bimbang di hati dan tidak suka jika diketahui orang lain. Kebimbangan yang ada dalam hati ada tiga keadaan yaitu: Ragu untuk mengerjakan sesuatu yang sudah jelas dalilnya, maka tercela. Ragu yang disebabkan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segala Perbuatan Baik adalah Sedekah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim) MENSYUKURI NIKMAT Hadits ini sebagai perincian dari hadits ke-dua puluh lima. Bershodaqoh adalah wujud dari mensyukuri nikmat. Seluruh anggota badan harus menunaikan syukur. Mensyukuri nikmat ada dua macam, wajib dan sunnah. Syukur yang wajib yaitu setiap hari menggunakan seluruh anggota badan untuk menunaikan kewajiban, dan tidak digunakan untuk yang haram. Syukur yang sunnah yaitu melaksanakan hal-hal yang sunnah setelah yang wajib. Syukur yang sunnah bisa diwakili hanya dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
