<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; Kuliah</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/category/serba-serbi/kuliah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>5 (Lima) S</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/05/5-lima-s/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/05/5-lima-s/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 14:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[5]]></category>
		<category><![CDATA[S]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[santun]]></category>
		<category><![CDATA[sapa]]></category>
		<category><![CDATA[senyum]]></category>
		<category><![CDATA[sopan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zhahra.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf. Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi. Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi. Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-jalan di Perth, sebuah negara bagian di Australia, tibalah kami di sebuah taman. Sungguh mengherankan, karena hampir setiap hari berjumpa dengan penduduk asli, mereka tersenyum dengan sangat ramah dan menyapa “Good Morning!” atau sapa dengan tradisinya. Yang semuanya itu dilakukan dengan wajah cerah dan kesopanan. Kami berupaya menjawab sebisanya untuk menutupi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/05/5-lima-s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
