<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; biografi</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/biografi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pembebasan Mekkah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/pembebasan-mekkah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/pembebasan-mekkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 01:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pembebasan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/pembebasan-mekkah/</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Mu&#8217;ta DI BAWAH pimpinan Khalid bin&#8217;l-Walid pasukan Muslimin kini kembali pulang setelah terjadi peristiwa Mu&#8217;ta itu. Mereka kembali tidak membawa kemenangan, juga tidak membawa kekalahan. Mereka kembali pulang dengan senang hati. Penarikan mundur ini setelah &#8211; Zaid b. Haritha, Ja&#8217;far b. Abi Talib dan Abdullah b. Rawaha tewas &#8211; telah meninggalkan kesan yang berlain-lainan sekali pada pihak Rumawi, pada pihak Muslimin yang tinggal di Medinah dan pada pihak Quraisy di Mekah. Rumawi merasa gembira sekali dengan penarikan mundur pasukan Muslimin itu. Mereka sudah merasa bersyukur, sebab pertempuran itu tidak sampai berlangsung lama, meskipun tentara Rumawi terdiri dari seratus ribu menurut satu sumber, &#8211; atau dua ratus ribu menurut sumber yang lain, &#8211; sementara pasukan Muslimin terdiri dari tiga ribu orang. Kegembiraan pihak Rumawi itu &#8211; baik disebabkan oleh ketangkasan Khalid bin&#8217;l-Walid dalam bertahan mati-matian dengan kekuatannya dalam mengadakan serangan, sehingga ia menghabiskan sembilan pedang yang patah di tangannya ketika bertempur setelah tewasnya tiga sahabatnya itu, atau disebabkan oleh kecerdikannya dalam mengatur dan membagi-bagi pasukannya pada hari kedua dan yang telah menimbulkan hiruk-pikuk sehingga pihak Rumawi mengira bahwa bala bantuan telah didatangkan dari Medinah &#8211; namun kabilah-kabilah Arab yang tinggal di perbatasan dengan Syam sangat kagum sekali melihat tindakan Muslimin [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/pembebasan-mekkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekspedisi Mu&#8217;ta</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/ekspedisi-muta/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/ekspedisi-muta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 01:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspedisi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[mu'ta]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/ekspedisi-muta/</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian Muhammad ke Syam MUHAMMAD belum merasa perlu: tergesa-gesa membebaskan Mekah. Dia mengetahui sekali, bahwa soalnya hanya tinggal soal waktu saja. Perjanjian Hudaibiya baru setahun berjalan. Juga bukan maksudnya akan mengadakan pelanggaran. Muhammad orang yang sangat setia tiada sebuah kata yang pernah diucapkan atau perjanjian yang pernah dibuat, akan dilanggarnya. Oleh karena itu tatkala ia kembali ke Medinah selama beberapa bulan tidak terjadi bentrokkan-bentrokan, kecuali kecil-kecilan saja, seperti pengiriman 50 orang kepada Banu Sulaim dengan tugas dakwah mengajak mereka menganut Islam, yang kemudian dibunuh oleh Banu Sulaim secara gelap dan dengan tidak semena-mena, sehingga pemimpinnya yang berhasil lolos hanya karena kebetulan saja. Begitu juga Banu Laith dan Zafar yang telah menyerang dan merampas mereka itu. Sama pula dengan hukuman yang telah dijatuhkan kepada Banu Murra karena pengkhianatan mereka itu tadinya. Demikian juga adanya limabelas orang yang telah dikirim ke Dhat&#8217;t-Talh di perbatasan Syam dengan tugas dakwah mengajak mereka mengikut Islam, dibalas dengan pembunuhan juga, sehingga tak ada yang selamat kecuali pemimpinnya. Memang perhatian Nabi tertuju ke wilayah Syam dan bagian-bagian utara ini, yaitu setelah di bagian selatan diadakan perjanjian keamanan dengan pihak Quraisy dan setelah penguasa di Yaman bersedia menerima seruannya. Jalur penyebaran dakwah Islam yang pertama setelah keluar dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/ekspedisi-muta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Umrat&#8217;l-Qadza</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/umratl-qadza/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/umratl-qadza/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 01:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA['umrat't-qadza]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/umratl-qadza/</guid>
		<description><![CDATA[Muslimin berangkat ke Mekah SETELAH berjalan setahun sejak berlakunya isi perjanjian Hudaibiya Muhammad dan sahabat-sahabatnya sudah bebas dapat melaksanakan isi perjanjian dengan pihak Quraisy itu guna memasuki Mekah dan berziarah ke Ka&#8217;bah. Atas dasar itu Muhammad lalu memanggil orang agar bersiap-siap untuk berangkat melakukan &#8216;umrat&#8217;l-qadza, (umrah pengganti) yang sebelum itu telah teralang. Dengan mudah orang sudah dapat memperkirakan betapa kaum Muslimin menyambut panggilan itu. Ada diantara mereka kaum Muhajirin yang sudah tujuh tahun meninggalkan Mekah, kaum Anshar yang sudah memang punya hubungan dagang dengan Mekah dan sudah rindu sekali hendak berziarah ke Ka&#8217;bah. Oleh karenanya anggota rombongan itu telah bertambah sampai duaribu orang dari 1400 orang pada tahun yang lalu. Sesuai dengan isi perjanjian Hudaibiya tidak seorang pun dari mereka dibolehkan membawa senjata selain pedang tersarung. Tetapi Muhammad masih selalu kuatir akan adanya pengkhianatan. Seratus orang pasukan berkuda di bawah komando Muhammad bin Maslama disiapkan berangkat lebih dulu dengan ketentuan jangan melampaui Mekah, dan bila sampai di Marr&#8217;z-Zahran supaya mereka menyusur ke sebuah wadi tidak jauh dari sana. Ternak kurban itu digiring oleh kaum Muslimin didepan mereka, terdiri dari enampuluh ekor unta, didahului oleh Muhammad diatas untanya sendiri al-Qashwa&#8217;. Mereka berangkat dari Medinah dengan hati yang damba hendak memasuki Umm&#8217;l-Qura [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/umratl-qadza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khaibar dan Utusan Kepada Raja-Raja</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/khaibar-dan-utusan-kepada-raja-raja/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/khaibar-dan-utusan-kepada-raja-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 09:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[khaibar]]></category>
		<category><![CDATA[muhamamd]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>
		<category><![CDATA[utusan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/khaibar-dan-utusan-kepada-raja-raja/</guid>
		<description><![CDATA[Islam dan reformasi sosial MUHAMMAD dan kaum Muslimin kembali lagi dari Hudaibiya menuju Medinah, setelah tiga minggu persetujuan antara mereka dengan Quraisy itu selesai &#8211; yaitu persetujuan yang menyatakan bahwa untuk tahun ini mereka tidak akan masuk Mekah, dan baru tahun berikutnya mereka boleh masuk. Mereka kembali dengan membawa suatu perasaan dalam hati. Ada sebagian mereka yang masih beranggapan bahwa isi persetujuan itu tidak sesuai dengan harga diri kaum Muslimin, sampai akhirnya datang Surah al-Fath sementara mereka sedang dalam perjalanan itu dan Nabi pun telah pula membacakannya kepada mereka. Sekarang yang menjadi pikiran Muhammad selama tinggal di Hudaibiya dan setelah kembali pulang, ialah apa yang harus dilakukannya dalam menambah ketabahan hati sahabat-sahabatnya disamping memperluas penyebaran dakwah. Akhirnya ia berpendapat akan mengutus orang-orang kepada Heraklius, Kisra, Muqauqis1, Najasyi (Negus) di Abisinia, kepada Harith al-Ghassani dan kepada penguasa Kisra di Yaman. Bersamaan dengan itu dianggap perlu sekali menumpas samasekali kekuasaan Yahudi dari seluruh jazirah Arab. Kematangan ajaran Islam Pada waktu itu ajaran Islam sebenarnya sudah mencapai kematangannya, sehingga ia menjadi suatu agama untuk seluruh umat manusia, yang tidak lagi terbatas hanya pada masalah tauhid serta segala konsekwensinya seperti dalam masalah-masalah ibadat&#8217; tetapi juga sudah meluas dan meliputi segala macam kehidupan sosial. Hal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/khaibar-dan-utusan-kepada-raja-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjanjian Hudaibiyah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/perjanjian-hudaibiyah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/perjanjian-hudaibiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[hudaibiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/perjanjian-hudaibiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah enam tahun di Medinah ENAM tahun lamanya sudah sejak Nabi dan sahabat-sahabatnya hijrah dari Mekah ke Medinah. Seperti kita lihat, selama itu mereka terus-menerus bekerja keras, terus-menerus dihadapkan kepada peperangan, kadang dengan pihak Quraisy, adakalanya pula dengan pihak Yahudi. sementara itu Islampun makin tersebar luas, makin kuat dan ampuh pula. Sejak tahun pertama Hijrah, Muhammad sudah mengubah kiblatnya dari al-Masjid&#8217;l-Aqsha ke al-Masjid&#8217;l-Haram. Sekarang kaum Muslimin menghadap ke Baitullah yang di bangun oleh Ibrahim di Mekah, dan yang kemudian bangunan itu dibaharui lagi tatkala Muhammad masih muda belia. Waktu itu ia juga turut mengangkat batu hitam ketempatnya di ujung dinding bangunan itu. Tak terlintas dalam pikirannya atau dalam pikiran siapapun juga waktu itu, bahwa Tuhan akan menurunkan risalah kepadanya. Muslimin dirintangi ke Mesjid Suci Sejak ratusan tahun yang lalu, al-Masjid&#8217;l-Haram ini (Mesjid Suci) sudah menjadi arah tujuan orang-orang Arab dalam melakukan ibadat. Dalam bulan-bulan suci setiap tahun mereka datang ke tempat itu. Setiap orang yang datang keamanannya terjamin. Apabila orang bertemu dengan musuh yang paling keras sekalipun, di tempat ini ia tak dapat menghunus pedang atau mengadakan pertumpahan darah. Akan tetapi sejak Muhammad dan kaum Muslimin sudah hijrah, pihak Quraisy telah mengambil tanggung jawab dengan melarang mereka memasuki Mesjid Suci [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/perjanjian-hudaibiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari 2 Peperangan ke Hudaibiyah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/dari-2-peperangan-ke-hudaibiyah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/dari-2-peperangan-ke-hudaibiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[hudaibiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/dari-2-peperangan-ke-hudaibiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Penyusunan masyarakat Arab SELESAI perang Khandaq dan setelah hukuman dilaksanakan terhadap Banu Quraiza, keadaan Muhammad dan kaum Muslimin sudah makin stabil. Oleh orang-orang Arab mereka sangat ditakuti sekali. Banyak dari kalangan Quraisy sendiri mulai berpikir-pikir: tidakkah lebih baik bagi Quraisy sendiri kalau mereka berdamai saja dengan Muhammad, sebagai orang yang berasal dari mereka juga dan demikian juga sebaliknya, juga kaum Muhajirin, sebagai pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin mereka pula. Kaum Muslimin sekarang merasa lega setelah pihak Yahudi yang berada di sekitar Medinah itu dapat dibersihkan sehingga mereka sudah tidak punya arti apa-apa lagi. Mereka masih tinggal di Medinah selama enam bulan lagi sesudah peristiwa itu. Mereka meneruskan hidup dalam usaha perdagangan, hidup tenteram dan sejahtera. Iman mereka akan risalah yang dibawa Muhammad makin dalam makin patuh mereka menjalankan ajaran-ajarannya. Berjalan bersama-sama dengan dia mereka menyusun suatu masyarakat Arab, dengan cara yang belum biasa bagi mereka sebelum itu. Bagaimana pun juga suatu masyarakat yang teratur harus ada, masyarakat yang punya eksistensi dan bersatu, seperti masyarakat yang berangsur-angsur terbentuk dibawah naungan Islam. Pada zaman jahiliah orang-orang Arab itu tidak pernah mengenal arti suatu organisasi yang tetap, selain daripada apa yang sudah berjalan menurut adat-istiadat. Mereka tidak punya suatu ketentuan keluarga, suatu undang-undang perkawinan dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/dari-2-peperangan-ke-hudaibiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perang Khandaq Banu Quraiza</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/perang-khandaq-banu-quraiza/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/perang-khandaq-banu-quraiza/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[banu]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khandaq]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[quraiza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/perang-khandaq-banu-quraiza/</guid>
		<description><![CDATA[Naluri orang-orang Arab dan kewaspadaan Muhammad SETELAH Medinah dikosongkan dari Banu Nadzir, kemudian setelah peristiwa Badr Terakhir dan sesudah ekspedisi-ekspedisi Ghatafan dan Dumat&#8217;l-Jandal berlalu, tiba waktunya kaum Muslimin sekarang merasakan hidup yang lebih tenang di Medinah. Mereka sudah dapat mengatur hidup, sudah tidak begitu banyak mengalami kesulitan berkat adanya rampasan perang yang mereka peroleh dari peperangan selama itu, meskipun dalam banyak hal kejadian ini telah membuat mereka lupa terhadap masalah-masalah pertanian dan perdagangan. Tetapi disamping ketenangan itu Muhammad selalu waspada terhadap segala tipu-muslihat dan gerak-gerik musuh. Mata-mata selalu disebarkan ke seluruh pelosok jazirah, mengumpulkan berita-berita sekitar kegiatan masyarakat Arab yang hendak berkomplot terhadap dirinya. Dengan demikian ia selalu dalam siap-siaga, sehingga kaum Muslimin dapat selalu mempertahankan diri. Tidak begitu sulit orang menilai betapa perlunya harus bersikap waspada dan berhati-hati selalu setelah kita melihat adanya segala macam tipu-muslihat Quraisy dan yang bukan Quraisy terhadap kaum Muslimin, juga karena negeri-negeri masa itu &#8211; juga sesudah itu sebagian besar dalam perkembangan sejarahnya masing-masing mereka itu merupakan sekumpulan republik-republik kecil, yang satu sama lain berdiri sendiri-sendiri. Mereka masing-masing menggunakan sistem organisasi yang lebih dekat pada cara-cara kabilah. Hal ini memaksa mereka harus berlindung pada adat-lembaga dan tradisi yang ada, yang tidak mudah dapat kita [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/perang-khandaq-banu-quraiza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istri-Istri Nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/istri-istri-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/istri-istri-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/istri-istri-nabi-muhammad-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Haekal mengulas isteri-isteri Nabi Muhammad saw., terutama kepada Zainab, sebagai jawaban dari tuduhan kaum orientalis mengenai perkawinan nabi dengan Zainab. Teriakan Orientalis tentang Zainab bt. Jahsy SEMENTARA peristiwa-peristiwa dalam dua bagian di atas itu terjadi, Muhammad kawin dengan Zainab bt. Khuzaima, kemudian kawin dengan Umm Salama bt. Abi Umayya bin&#8217;l-Mughira, selanjutnya kawin lagi dengan Zainab bt. Jahsy setelah dicerai oleh Zaid b. Haritha. Zaid inilah yang telah diangkat sebagai anak oleh Muhammad setelah dibebaskan sebagai budak sejak ia dibelikan oleh Yasar untuk Khadijah. Di sinilah kaum Orientalis dan misi-misi penginjil itu kemudian berteriak keras-keras: Lihat! Muhammad sudah berubah. Tadinya, ketika ia masih di Mekah sebagai pengajar yang hidup sederhana, yang dapat menahan diri dan mengajarkan tauhid, sangat menjauhi nafsu hidup duniawi, sekarang ia sudah menjadi orang yang diburu syahwat, air liurnya mengalir bila melihat wanita. Tidak cukup tiga orang isteri saja dalam rumah, bahkan ia kawin lagi dengan tiga orang wanita seperti yang disebutkan di atas. Sesudah itu mengawini tiga orang wanita lagi, selain Raihana. Tidak cukup kawin dengan wanita-wanita yang tidak bersuami, bahkan ia jatuh cinta kepada Zainab bt. Jahsy yang masih terikat sebagai isteri Zaid b. Haritha bekas budaknya. Soalnya tidak lain karena ia pernah singgah di rumah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/istri-istri-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Uhud</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/pengaruh-uhud/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/pengaruh-uhud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[uhud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/pengaruh-uhud/</guid>
		<description><![CDATA[Politik Muhammad sesudah Uhud ABU SUFYAN telah kembali dari Uhud ke Mekah. Berita-berita kemenangannya sudah lebih dulu sampai, yang disambut penduduk dengan rasa gembira, karena dianggap sudah dapat menghapus cemar yang dialami Quraisy selama di Badr. Begitu sampai ia ke Mekah, langsung menuju Ka&#8217;bah sebelum ia pulang ke rumah. Kepada Hubal dewa terbesar ia menyatakan puji dan syukur. Dicukurnya lebih dulu rambut yang di bawah telinganya, lalu ia pulang ke rumah sebagai orang yang sudah memenuhi janji bahwa ia takkan mendekati isterinya sebelum dapat mengalahkan Muhammad. Sebaliknya kalangan Muslimin, mereka melihat kota Medinah sudah banyak terasa aneh sekali, meskipun musuh tetap mengejar-ngejar mereka. Selama tiga hari terus-menerus mereka tetap tabah menghadapi musuh yang masih tidak mempunyai keberanian menghadapi mereka itu. Padahal belum selang duapuluh empat jam yang lalu musuh telah merasa sebagai pihak yang menang. Pihak Muslimin melihat keadaan Medinah itu sudah terasa banyak sekali mengalami perubahan, meskipun kekuasaan Muhammad di kota itu tetap di atas. Dalam pada itu Nabi as. merasa, bahwa keadaan memang sudah sangat genting dan gawat sekali, bukan hanya dalam kota Medinah saja, bahkan juga sudah melampaui sampai kepada kabilah-kabilah Arab lainnya, yang memang sudah merasa ketakutan. Peristiwa Uhud membawa perasaan lega kepada mereka, sehingga terpikir [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/pengaruh-uhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perang Uhud</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/perang-uhud/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/perang-uhud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[uhud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/perang-uhud/</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan Quraisy di Mekah SEJAK terjadinya perang Badr pihak Quraisy sudah tidak pernah tenang lagi. Juga penstiwa Sawiq tidak membawa keuntungan apa-apa buat mereka. Lebih-lebih karena kesatuan Zaid b. Haritha telah berhasil mengambil perdagangan mereka ketika mereka hendak pergi ke Syam melalui jalan Irak. Hal ini mengingatkan mereka pada korban-korban Badr dan menambah besar keinginan mereka hendak membalas dendam. Bagaimana Quraisy akan dapat melupakan peristiwa itu, sedang mereka adalah bangsawan-bangsawan dan pemimpin-pemimpin Mekah, pembesar-pembesar yang angkuh dan punya kedudukan terhormat? Bagaimana mereka akan dapat melupakannya, padahal wanita-wanita Mekah selalu ingat akan korban-korban yang terdiri dari anak, atau saudara, bapak, suami atau teman sejawat? Mereka selalu berkabung, selalu menangisi dan meratapi. Demikianlah keadaannya. Orang-orang Quraisy sejak Abu Sufyan b. Harb datang membawa kafilahnya dari Syam, yang telah menyebabkan timbulnya perang Badr, begitu juga mereka yang selamat kembali dan Badr, telah menghentikan kafilah dagang itu di Dar&#8217;n-Nadwa. Pembesar-pembesar mereka yang terdiri dari Jubair b. Mut&#8217;im, Shafwan b. Umayya&#8217; &#8216;Ikrima b. Abi Jahl, Harith b. Hisyam, Huaitib b. Abd&#8217;l-&#8217;Uzza dan yang lain, telah mencapai kata sepakat, bahwa kafilah dagang itu akan dijual, keuntungannya akan disisihkan dan akan dipakai menyiapkan angkatan perang guna memerangi Muhammad, dengan memperbesar jumlah dan perlengkapannya. Selanjutnya tenaga kabilah-kabilah akan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/perang-uhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
