<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; dalil</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/dalil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Bidah Dalam Agama</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 09:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[bidah]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/</guid>
		<description><![CDATA[a. Definisi Menurut bahasa kata “bid’ah” berarti&#160; segala sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya. Sedangkan menurut pengertian syar’iy bid’ah berarti :sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama tetapi dianggap sebagai bagian ajaran agama, biasanya dengan menambahkan atau mengurangi ajaran agama yang sudah ada.&#160; Ar Rabi’ meriwayatkan dari As Syafi’i yang mengatakan bahwa bid’ah itu ada dua macam, pertama sesuatu yang baru dan bertentangan dengan Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Kedua sesuatu yang baru dan tidak bertentangan dengan konsep sebelumnya. b. Dalil-dalil Dalil-dalil yang banyak membicarakan tentang bid’ah antara lain : 1. Hadits Aisyah ra. Rasulullah bersabda “Hal yang mengada-ada dalam urusanku, yang tidak ada perintahku, maka hal itu akan tertolak”. Muttafaq alaih 2. Hadits Jabir bin Abdullah, yang menceritakan bahwa pernah Rasulullah berkhutbah dan menyatakan :”Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Dan seburuk-buruk urusan adalah yang baru, dan setiap bid’ah adalah sesat” HR Ahmad. 3. Hadits Irbadh ibn Sariyah yang menceritakan: Suatu hari Rasulullah SAW shalat bersama kami, lalu ia menghadapi kami dan menasehati kami dengan nasehat yang melelehkan air mata, menggetarkan hati. Berkatalah salah seorang dari kami: “Ya Rasulullah sepertinya ini adalah nasehat perpisahan, maka apa yang akan engkau pesankan untuk kami? [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dalil Halam dan Haram Telah Jelas</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/07/dalil-halam-dan-haram-telah-jelas/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/07/dalil-halam-dan-haram-telah-jelas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 12:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jelas]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/dalil-halam-dan-haram-telah-jelas/</guid>
		<description><![CDATA[An-Nu&#8217;man bin Basyir berkata, &#8220;Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, &#8216;Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.&#8217;&#8221; (HR. Bukhori) Kedudukan Hadits Tentang kedudukan hadits ini sudah disebutkan pada penjelasan hadits pertama. Musytabihat Musytabihat adalah segala sesuatu yang belum diketahui secara jelas hukumnya, apakah termasuk halal atau termasuk haram. Mustabihat sifatnya nisbi, artinya ketidakjelasan tersebut terjadi pada sebagian orang dan tidak pada semua orang. Dengan demikian tidak ada satu pun sesuatu yang mustabihat secara mutlak, dimana semua orang tidak mengetahui kejelasan hukumnya. Musytabihat dapat terjadi dalam 2 keadaan sebagai berikut: 1. Ketika para ulama tawakuf tentang hukum suatu masalah. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/07/dalil-halam-dan-haram-telah-jelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->