<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; Hadits</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/haditss/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sihir, Sejarah dan Hukumnya</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan]]></category>
		<category><![CDATA[sebab]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[sulaiman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/</guid>
		<description><![CDATA[Tentang masalah hakikat sihir ini dijelaskan dalam Al-Qur&#8217;anul Karim yang berbunyi : Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman itu tidak kafir tidak mengerjakan sihir) hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. (Al Baqarah 102). Sejarah Timbulnya Sihir Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir yang menukil riwayat dari As Sudi bahwa beliau berkata: Dahulu kala syaithan-syaithan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib dan perintah Allah. Lalu kabar tersebut disampaikan kepada para dukun dan ternyata kabar tersebut banyak terjadi sehingga para dukun membenarkan apa yang disampaikan oleh syaithan. Setelah syaithan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Dan Obat pada Lalat</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/penyakit-dan-obat-pada-lalat/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/penyakit-dan-obat-pada-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 04:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebesaran Allah]]></category>
		<category><![CDATA[bukti]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[lalat]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/penyakit-dan-obat-pada-lalat/</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Bersabda, &#34;Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad) Dalam riwayat lain: &#34;Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya&#34; (HR. Ahmad, Ibn Majah) Diantara mu&#8217;jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air. Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/penyakit-dan-obat-pada-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersin dan Menguap</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/bersin-dan-menguap/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/bersin-dan-menguap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 08:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebesaran Allah]]></category>
		<category><![CDATA[bersin]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[menguap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/bersin-dan-menguap/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta&#8217;alaa anhu, Rasulullah bersabda, &#34;Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya&#34;. Shahih Bukhari, 6223. Imam Ibn Hajar berkata, &#34;Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan. Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077) Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut. Rasulullah bersabda: Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224) Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/bersin-dan-menguap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Sanad dan Matan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[matan]]></category>
		<category><![CDATA[sanad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/</guid>
		<description><![CDATA[Sanad atau isnad secara bahasa artinya sandaran, maksudnya adalah jalan yang bersambung sampai kepada matan, rawi-rawi yang meriwayatkan matan hadits dan menyampaikannya. Sanad dimulai dari rawi yang awal (sebelum pencatat hadits) dan berakhir pada orang sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni Sahabat. Misalnya al-Bukhari meriwayatkan satu hadits, maka al-Bukhari dikatakan mukharrij atau mudawwin (yang mengeluarkan hadits atau yang mencatat hadits), rawi yang sebelum al-Bukhari dikatakan awal sanad sedangkan Shahabat yang meriwayatkan hadits itu dikatakan akhir sanad. Matan secara bahasa artinya kuat, kokoh, keras, maksudnya adalah isi, ucapan atau lafazh-lafazh hadits yang terletak sesudah rawi dari sanad yang akhir. Para ulama hadits tidak mau menerima hadits yang datang kepada mereka melainkan jika mempunyai sanad, mereka melakukan demikian sejak tersebarnya dusta atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dipelopori oleh orang-orang Syi’ah. Seorang Tabi’in yang bernama Muhammad bin Sirin (wafat tahun 110 H) rahimahullah berkata, “Mereka (yakni para ulama hadits) tadinya tidak menanyakan tentang sanad, tetapi tatkala terjadi fitnah, mereka berkata, ‘Sebutkan kepada kami nama rawi-rawimu, bila dilihat yang menyampaikannya Ahlus Sunnah, maka haditsnya diterima, tetapi bila yang menyampaikannya ahlul bid’ah, maka haditsnya ditolak.’”[1] Kemudian, semenjak itu para ulama meneliti setiap sanad yang sampai kepada mereka dan bila syarat-syarat hadits [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/tentang-sanad-dan-matan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Hadits</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[perawi]]></category>
		<category><![CDATA[sekilas]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur&#8217;an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur&#8217;an. Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa&#8217;i, dan Imam Ibnu Majah. Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini. I. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi I.A. Hadits Mutawatir Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir: o&#160; Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. o&#160; Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath&#8217;iy. o&#160; Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama. I.B. Hadits Ahad Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/sekilas-tentang-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Iman</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/kitab-iman/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/kitab-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:32:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Shahih Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/shahih-bukhari/kitab-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Bab Ke-1: Sabda Nabi saw., &#34;Islam itu didirikan atas lima perkara.&#34;[1] Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya, &#34;Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)&#34; (al-Fath: 4), &#34;Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.&#34;(al-Kahfi: 13), &#34;Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.&#34; (Maryam: 76), &#34;Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya&#34; (Muhammad: 17), &#34;Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya&#34; (al-Muddatstsir: 31), &#34;Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya.&#34; (at-Taubah: 124), &#34;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka.&#34; (Ali Imran: 173), dan &#34;Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah).&#34; (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan. 1.[2] Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Adi bin Adi sebagai berikut, &#34;Sesungguhnya keimanan itu mempunyai beberapa kefardhuan (kewajiban), syariat, had (yakni batas/hukum), dan sunnah. Barangsiapa mengikuti semuanya itu maka keimanannya telah sempurna. Dan barangsiapa tidak mengikutinya secara sempurna, maka keimanannya tidak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/kitab-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jauhilah Kesenangan Dunia, Niscaya Dicintai Allah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 21:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[dicintai]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kesenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idi rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan akau akan dicintai Allah dan dicintai oleh manusia. “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya dicintai Allah dan zuhud lah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan imam yang lainnya dengan sanad yang shahih) Kedudukan Hadits Hadits ini sangat penting karena berisi landasan untuk mendapatkan cinta Allah dan cinta manusia. Cinta Allah Dan Cinta Manusia Cinta Allah dapat diraih dengan menunaikan hak-hakNya dan demikian juga cinta manusia dapat diraih dengan menunaikan hak-haknya dan memperlakukan mereka secara adil dan baik. Mendapat cinta Allah adalah tujuan utama seorang hamba dalam hidupnya, maka wajib bagi seorang hamba untuk mengetahui hal-hal yang mendatangkan kecintaan Allah. Zuhud Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Maka zuhud terhadap dunia maksudnya apabila berbuat bukan demi mendapatkan nilai duniawi tetapi semata-mata karena Allah, maka sama saja baginya mendapat pujian atau mendapat celaan manusia. Zuhud terhadap milik manusia maksudnya tidak ada dalam hatinya keinginan dan perhatian terhadap sesuatu yang menjadi milik orang lain. Barang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/jauhilah-kesenangan-dunia-niscaya-dicintai-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam An-Nawawi</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-an-nawawi/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-an-nawawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 21:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-an-nawawi/</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh. Ketika berumur sepuluh tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az-Zarkasyi melihatnya dipaksa bermain oleh teman-teman sebayanya, namun ia menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepada umat Islam. Perhatian ayah dan guru beliau pun menjadi semakin besar. An-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilminya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah–halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah didekat Al-Jami’ Al-Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Iapun mengungguli teman-temannya yang lain. Ia berkata : “Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya,baik penjelasan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-an-nawawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Al Baihaqi</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[baihaqi]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Al Baihaqi, yang bernama lengkap Imam Al-Hafith Al-Mutaqin Abu Bakr Ahmed ibn Al-Hussein ibn Ali ibn Musa Al Khusrujardi Al-Baihaqi, adalah seorang ulama besar dari Khurasan (desa kecil di pinggiran kota Baihaq) dan penulis banyak buku terkenal. Masa pendidikannya dijalani bersama sejumlah ulama terkenal dari berbagai negara, di antaranya Iman Abul Hassan Muhammed ibn Al-Hussein Al Alawi, Abu Tahir Al-Ziyadi, Abu Abdullah Al-Hakim, penulis kitab &#34;Al Mustadrik of Sahih Muslim and Sahih Al-Bukhari&#34;, Abu Abdur-Rahman Al-Sulami, Abu Bakr ibn Furik, Abu Ali Al-Ruthabari of Khusran, Halal ibn Muhammed Al-Hafaar, dan Ibn Busran. Para ulama itu tinggal di berbagai tempat terpencar. Oleh karenanya, Imam Baihaqi harus menempuh jarak cukup jauh dan menghabiskan banyak waktu untuk bisa bermajelis dengan mereka. Namun, semua itu dijalani dengan senang hati, demi memuaskan dahaga batinnya terhadap ilmu Islam. As-Sabki menyatakan: &#34;Imam Baihaqi merupakan satu di antara sekian banyak imam terkemuka dan memberi petunjuk bagi umat Muslim. Dialah pula yang sering kita sebut sebagai &#8216;Tali Allah&#8217; dan memiliki pengetahuan luas mengenai ilmu agama, fikih serta penghapal hadits.&#34; Abdul-Ghaffar Al-Farsi Al-Naisabouri dalam bukunya &#34;Thail Tareekh Naisabouri&#34;: Abu Bakr Al-Baihaqi Al Hafith, Al Usuli Din, menghabiskan waktunya untuk mempelajari beragam ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya. Dia belajar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Tarmizi</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-tarmizi/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-tarmizi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[tarmizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-tarmizi/</guid>
		<description><![CDATA[Khazanah keilmuan Islam klasik mencatat sosok Imam Tarmizi sebagai salah satu periwayat dan ahli Hadits utama, selain Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan sederet nama lainnya. Karyanya, Kitab Al Jami&#8217;, atau biasa dikenal dengan kitab Jami&#8217; Tarmizi, menjadi salah satu rujukan penting berkaitan masalah Hadits dan ilmunya, serta termasuk dalam Kutubus Sittah (enam kitab pokok di bidang Hadits) dan ensiklopedia Hadits terkenal. Sosok penuh tawadhu&#8217; dan ahli ibadah ini tak lain adalah Imam Tarmizi. Dilahirkan pada 279 H di kota Tirmiz, Imam Tarmizi bernama lengkap Imam Al-Hafiz Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Ad-Dahhak As-Sulami At-Tarmizi. Sejak kecil, Imam Tarmizi gemar belajar ilmu dan mencari Hadits. Untuk keperluan inilah ia mengembara ke berbagai negeri, antara lain Hijaz, Irak, Khurasan, dan lain-lain. Dalam lawatannya itu, ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar dan guru-guru Hadits untuk mendengar Hadits dan kemudian dihafal dan dicatatnya dengan baik. Di antara gurunya adalah; Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Daud. Selain itu, ia juga belajar pada Imam Ishak bin Musa, Mahmud bin Gailan, Said bin Abdurrahman, Ali bin Hajar, Ahmad bin Muni&#8217;, dan lainnya. Perjalanan panjang pengembaraannya mencari ilmu, bertukar pikiran, dan mengumpulkan Hadits itu mengantarkan dirinya sebagai ulama Hadits [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-tarmizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
