<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; imam</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/imam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam An-Nawawi</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-an-nawawi/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-an-nawawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 21:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-an-nawawi/</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh. Ketika berumur sepuluh tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az-Zarkasyi melihatnya dipaksa bermain oleh teman-teman sebayanya, namun ia menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepada umat Islam. Perhatian ayah dan guru beliau pun menjadi semakin besar. An-Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilminya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah–halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar-rawahiyyah didekat Al-Jami’ Al-Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Iapun mengungguli teman-temannya yang lain. Ia berkata : “Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya,baik penjelasan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-an-nawawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Al Baihaqi</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[baihaqi]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Al Baihaqi, yang bernama lengkap Imam Al-Hafith Al-Mutaqin Abu Bakr Ahmed ibn Al-Hussein ibn Ali ibn Musa Al Khusrujardi Al-Baihaqi, adalah seorang ulama besar dari Khurasan (desa kecil di pinggiran kota Baihaq) dan penulis banyak buku terkenal. Masa pendidikannya dijalani bersama sejumlah ulama terkenal dari berbagai negara, di antaranya Iman Abul Hassan Muhammed ibn Al-Hussein Al Alawi, Abu Tahir Al-Ziyadi, Abu Abdullah Al-Hakim, penulis kitab &#34;Al Mustadrik of Sahih Muslim and Sahih Al-Bukhari&#34;, Abu Abdur-Rahman Al-Sulami, Abu Bakr ibn Furik, Abu Ali Al-Ruthabari of Khusran, Halal ibn Muhammed Al-Hafaar, dan Ibn Busran. Para ulama itu tinggal di berbagai tempat terpencar. Oleh karenanya, Imam Baihaqi harus menempuh jarak cukup jauh dan menghabiskan banyak waktu untuk bisa bermajelis dengan mereka. Namun, semua itu dijalani dengan senang hati, demi memuaskan dahaga batinnya terhadap ilmu Islam. As-Sabki menyatakan: &#34;Imam Baihaqi merupakan satu di antara sekian banyak imam terkemuka dan memberi petunjuk bagi umat Muslim. Dialah pula yang sering kita sebut sebagai &#8216;Tali Allah&#8217; dan memiliki pengetahuan luas mengenai ilmu agama, fikih serta penghapal hadits.&#34; Abdul-Ghaffar Al-Farsi Al-Naisabouri dalam bukunya &#34;Thail Tareekh Naisabouri&#34;: Abu Bakr Al-Baihaqi Al Hafith, Al Usuli Din, menghabiskan waktunya untuk mempelajari beragam ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya. Dia belajar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-al-baihaqi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Tarmizi</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-tarmizi/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-tarmizi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[tarmizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-tarmizi/</guid>
		<description><![CDATA[Khazanah keilmuan Islam klasik mencatat sosok Imam Tarmizi sebagai salah satu periwayat dan ahli Hadits utama, selain Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan sederet nama lainnya. Karyanya, Kitab Al Jami&#8217;, atau biasa dikenal dengan kitab Jami&#8217; Tarmizi, menjadi salah satu rujukan penting berkaitan masalah Hadits dan ilmunya, serta termasuk dalam Kutubus Sittah (enam kitab pokok di bidang Hadits) dan ensiklopedia Hadits terkenal. Sosok penuh tawadhu&#8217; dan ahli ibadah ini tak lain adalah Imam Tarmizi. Dilahirkan pada 279 H di kota Tirmiz, Imam Tarmizi bernama lengkap Imam Al-Hafiz Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Ad-Dahhak As-Sulami At-Tarmizi. Sejak kecil, Imam Tarmizi gemar belajar ilmu dan mencari Hadits. Untuk keperluan inilah ia mengembara ke berbagai negeri, antara lain Hijaz, Irak, Khurasan, dan lain-lain. Dalam lawatannya itu, ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar dan guru-guru Hadits untuk mendengar Hadits dan kemudian dihafal dan dicatatnya dengan baik. Di antara gurunya adalah; Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Daud. Selain itu, ia juga belajar pada Imam Ishak bin Musa, Mahmud bin Gailan, Said bin Abdurrahman, Ali bin Hajar, Ahmad bin Muni&#8217;, dan lainnya. Perjalanan panjang pengembaraannya mencari ilmu, bertukar pikiran, dan mengumpulkan Hadits itu mengantarkan dirinya sebagai ulama Hadits [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-tarmizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Muslim</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-muslim/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-muslim/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara&#8217;a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar. Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berpikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, dan mulai berani mengoreksi kesalahan dari gurunya yang salah menyebutkan periwayatan hadits. Selain kepada Ad Dakhili, Imam Muslim pun tak segan-segan bertanya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Bukhari</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-bukhari/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-bukhari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-bukhari/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju&#8217;fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo&#8217;a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total. Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya. Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-bukhari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sholat Lail Menghapuskan Dosa</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[lail]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[menghapus]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/sholat-lail-menghapuskan-dosa/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, beritahu aku amal yang akan memasukanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka”. Beliau bersabda, “Engkau telah bertanya tentang masalah yang besar. Namun itu adalah perkara yang mudah bagi siapa yang dimudahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Engkau harus menyembah Alloh dan jangan menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, dan shalat di tengah malam.” Kemudian beliau membaca ayat. “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….” Hingga firman-Nya, “…sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” (As-Sajdah 16-17). Kemudian beliau bersabda kembali, “Maukah kalian kuberitahu pangkal agama, tiangnya dan puncak tertingginya?”. Aku menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pokok urusan adalah Islam (masuk Islam dengan syahadat,-pent), tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah kalian kuberitahu tentang kendali bagi semua itu?” Saya menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini.” Saya berkata, “Wahai Nabi Alloh, apakah kita akan disiksa karena ucapan-ucapan kita?” Beliau menjawab, “Celaka kamu. Bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/sholat-lail-menghapuskan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rukun Islam</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/07/rukun-islam/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/07/rukun-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 13:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/rukun-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Romadhon.”(HR.Bukhori dan Muslim) Kedudukan Hadits Hadits ini merupakan hadits yang agung karena menyebutkan tonggak-tonggak Islam atau yang disebut dengan Rukun Islam. Berpangkal dari kelima rukun tersebut Islam dibangun. Macam-macam penggunaan istilah Islam Istilah islam digunakan dalam dua bentuk, yaitu: 1. Islam ‘Am berarti berserah diri kepada Allah dengan cara bertauhid, tunduk kepada-Nya dalam bentuk ketaatan serta bersih dan benci dari syirik dan penganutnya. Islam dalam pengertian ini merupakan ke-Islam-an makhluk secara umum tak seorangpun keluar dari ketentuan ini baik suka atau-pun terpaksa. Islam seperti ini-lah Islam yang diajarkan oleh seluruh rasul. 2. Islam Khos berarti Islam yang dibawa oleh Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam, yaitu: mencakup Islam dengan makna ‘am yang sesuai dengan tuntunan Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam. Jika istilah Islam datang secara mutlaq maka maksudnya adalah Islam khos. Syahadatain Syahadat tidaklah sah sehingga terkumpul padanya tiga hal: keyakinan hati, ucapan lisan dan menyampaikan kepada orang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/07/rukun-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/07/ikhlas/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/07/ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 13:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)[1] Kedudukan Hadits Materi hadits pertama ini merupakan pokok agama. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Ada Tiga hadits yang merupakan poros agama, yaitu hadits Úmar, hadits Aísyah, dan hadits Nu’man bin Basyir.” Perkataan Imam Ahmad rahimahullah tersebut dapat dijelaskan bahwa perbuatan seorang mukallaf bertumpu pada melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Inilah halal dan haram. Dan diantara halal dan haram tersebut ada yang mustabihat (hadits Nu’man bin Basyir). Untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dibutuhkan niat yang benar (hadits Úmar), dan harus sesuai dengan tuntunan syariát (hadits Aísyah). Setiap Amal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/07/ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Hanbali</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/biografi-singkat-imam-hanbali/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/biografi-singkat-imam-hanbali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 23:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[hambali]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[perawi]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-hanbali/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Ia murid paling cendekia yang pernah saya jumpai selama di Baghdad. Sikapnya menghadapi sidang pengadilan dan menanggung petaka akibat tekanan khalifah Abbasiyyah selama 15 tahun karena menolak doktrin resmi Mu&#8217;tazilah merupakan saksi hidup watak agung dan kegigihan yang mengabdikannya sebagai tokoh besar sepanjang masa.&#34; Penilaian ini diungkapkan oleh Imam Syafi&#8217;i, yang tak lain adalah guru Imam Hanbali. Menurut Syafi&#8217;i, perjuangan mempertahankan keyakinan yang tak sesuai dengan pemikiran seseorang, selalu menghadapi risiko antara hidup dan mati. Dan Imam Hanbali membuktikan hal itu. Imam Hanbali yang dikenal ahli dan pakar hadits ini memang sangat memberikan perhatian besar pada ilmu yang satu ini. Kegigihan dan kesungguhannya telah melahirkan banyak ulama dan perawi hadits terkenal semisal Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Daud yang tak lain buah didikannya. Karya-karya mereka seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim atau Sunan Abu Daud menjadi kitab hadits standar yang menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia dalam memahami ajaran Islam yang disampaikan Rasulullah SAW lewat hadits-haditsnya. Kepakaran Imam Hanbali dalam ilmu hadits memang tak diragukan lagi sehingga mengundang banyak tokoh ulama berguru kepadanya. Menurut putra sulungnya, Abdullah bin Ahmad, Imam Hanbali hafal hingga 700.000 hadits di luar kepala. Hadits sejumlah itu, diseleksi secara ketat dan ditulisnya kembali dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/biografi-singkat-imam-hanbali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Syafi&#039;i</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/biografi-singkat-imam-syafii/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/biografi-singkat-imam-syafii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 12:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[singkat]]></category>
		<category><![CDATA[syafii]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/uncategorized/biografi-singkat-imam-syafii/</guid>
		<description><![CDATA[Nama dan Nasab Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib. Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam. Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/biografi-singkat-imam-syafii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
