<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sihir, Sejarah dan Hukumnya</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan]]></category>
		<category><![CDATA[sebab]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[sulaiman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/</guid>
		<description><![CDATA[Tentang masalah hakikat sihir ini dijelaskan dalam Al-Qur&#8217;anul Karim yang berbunyi : Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman itu tidak kafir tidak mengerjakan sihir) hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. (Al Baqarah 102). Sejarah Timbulnya Sihir Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir yang menukil riwayat dari As Sudi bahwa beliau berkata: Dahulu kala syaithan-syaithan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib dan perintah Allah. Lalu kabar tersebut disampaikan kepada para dukun dan ternyata kabar tersebut banyak terjadi sehingga para dukun membenarkan apa yang disampaikan oleh syaithan. Setelah syaithan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/sihir-sejarah-dan-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidah Dalam Agama</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 09:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[bidah]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/</guid>
		<description><![CDATA[a. Definisi Menurut bahasa kata “bid’ah” berarti&#160; segala sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya. Sedangkan menurut pengertian syar’iy bid’ah berarti :sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama tetapi dianggap sebagai bagian ajaran agama, biasanya dengan menambahkan atau mengurangi ajaran agama yang sudah ada.&#160; Ar Rabi’ meriwayatkan dari As Syafi’i yang mengatakan bahwa bid’ah itu ada dua macam, pertama sesuatu yang baru dan bertentangan dengan Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Kedua sesuatu yang baru dan tidak bertentangan dengan konsep sebelumnya. b. Dalil-dalil Dalil-dalil yang banyak membicarakan tentang bid’ah antara lain : 1. Hadits Aisyah ra. Rasulullah bersabda “Hal yang mengada-ada dalam urusanku, yang tidak ada perintahku, maka hal itu akan tertolak”. Muttafaq alaih 2. Hadits Jabir bin Abdullah, yang menceritakan bahwa pernah Rasulullah berkhutbah dan menyatakan :”Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Dan seburuk-buruk urusan adalah yang baru, dan setiap bid’ah adalah sesat” HR Ahmad. 3. Hadits Irbadh ibn Sariyah yang menceritakan: Suatu hari Rasulullah SAW shalat bersama kami, lalu ia menghadapi kami dan menasehati kami dengan nasehat yang melelehkan air mata, menggetarkan hati. Berkatalah salah seorang dari kami: “Ya Rasulullah sepertinya ini adalah nasehat perpisahan, maka apa yang akan engkau pesankan untuk kami? [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/bidah-dalam-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iman Kepada Rasul</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/iman-kepada-rasul/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/iman-kepada-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/iman-kepada-rasul/</guid>
		<description><![CDATA[1. Ta’rif&#160; Nabi dan Rasul Rasul adalah orang laki-laki pilihan yang Allah berikan wahyu berisi syari’ah dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Sedang nabi adalah orang laki-laki yang Allah berikan wahyu kepadanya berisi syari’ah, tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Rasul dan nabi sama-sama mendapatkan wahyu, tetapi sering kali seorang Nabi diutus Allah kepada kaum yang memang sudah beriman sehingga perannya hanya menjalankan syari’ah yang sudah ada itu dan tidak membawa ajaran yang baru.seperti para Nabi yang pernah Allah utus kepada Bani Israil setelah ditinggalkan Nabi Musa, mereka bertugas mengajarkan dan mengamalkan Taurat, tidak membawa ajaran yang baru/bukandari Taurat. (QS. 2: 246). Di sinilah rahasia sabda Nabi : al ulama waratsatul Anbiya, bukan waratsaturrasul, karena peran ulama hanya terbatas pada menyampaikan ajaran agama yang ada bukan membuat aturan baru. 2. Jumlah Nabi dan Rasul Ketika Rasulullah ditanya oleh Abu Dzar, tentang berapa jumlah para nabi dan rasul itu? Nabi menjawab 120 (seratus dua puluh) ribu, dari mereka itu terdapat 313 (tiga ratus tiga belas) rasul. Dari jumlah itu, yang tersebut namanya dalam Al Qur’an terdapt 25 orang, yaitu : 1.Adam, 2. Nuh, 3. Idris, 4. Shalih, 5. Ibrahim, 6. Hud, 7. Luth, 8. Yunus, 9. Ismail, 10. Ishaq, 11. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/iman-kepada-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aqidah Islam, Jalan Lurus Mencapai Kebahagian</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/aqidah-islam-jalan-lurus-mencapai-kebahagian/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/aqidah-islam-jalan-lurus-mencapai-kebahagian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[akidah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagian]]></category>
		<category><![CDATA[lurus]]></category>
		<category><![CDATA[mencapai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/aqidah-islam-jalan-lurus-mencapai-kebahagian/</guid>
		<description><![CDATA[Siapapun orang di kalangan kaum muslimin pasti pernah mendengar kata ‘aqidah’. Di berbagai kesempatan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat keagamaan perkataan ini sering terucap. Bahkan para ustadz, kiyai dan da’i menyatakan bahwa aqidah merupakan pondasi bangunan Islam. Apa sebenarnya faedah dan keutamaan dari aqidah Islam itu ? tulisan berikut akan sedikit mengulas tentang hal tersebut. Bilal adalah seorang budak hitam milik seorang qurays yang bernama Umayah. Ketika terbit cahaya Islam, Bilal merupakan salah seorang yang Allah beri hidayah untuk merasakan cahaya Islam tersebut. Beliau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Kian hari semakin kokoh dan subur benih Islam di hati beliau. Sampai suatu ketika tuan beliau yang masih kafir mengetahui keislaman beliau dan murka. Bilal dipaksa untuk kembali kepada kekafiran dan beribadah kepada beragam sesembahan yang ada. Iman yang bersemayam di hati Bilal membuatnya tegar menghadapi berbagai siksaan yang luar bisa kejamnya. Bilal disiksa dengan dijemur di tengah terik matahari padang pasir, ditindih tubuhnya dengan batu besar dan disiksa dengan berbagai siksaan lain yang luar biasa kejam. Namun di saat diuji dengan siksaan itu, hati beliau merasakan sejuknya sebuah keimanan, sehingga terlontar dari mulut beliau yang mulia&#8230;.Ahad (Allah Maha Esa)&#8230;Ahad&#8230;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Kita akan terheran, dan mungkin akan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/aqidah-islam-jalan-lurus-mencapai-kebahagian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orientalis dan Kebudayaan Islam</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/orientalis-dan-kebudayaan-islam/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/orientalis-dan-kebudayaan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[orientalis]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/orientalis-dan-kebudayaan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Tantangan pihak Orientalis WASHINGTON IRVING sebagai penulis terkemuka telah menjadi kebanggaan Amerika Serikat terhadap bangsa-bangsa lain dalam abad ke-19. Dia telah menulis buku tentang sejarah hidup Nabi. Dalam buku ini dibentangkannya sejarah Nabi itu dengan kemampuan retorika yang cukup besar sehingga tidak sedikit bagian-bagian yang dapat memikat hati pembacanya. Disamping kemampuannya itu kadang terlihat juga kejujurannya, tapi kadang tampak pula tidak toleran dan penuh prasangka. Buku ini disudahi dengan sebuah penutup yang menjelaskan pokok-pokok ajaran rukun Islam, serta apa yang dikiranya sumber-sumber yang berdasarkan sejarah yang telah dijadikan landasan ajaran itu, didahului dengan soal keimanan kepada Tuhan, kepada para malaikat, kitab-kitab, para rasul dan hari kemudian. Kemudian katanya: &#34;Rukun keenam dan terakhir daripada rukun akidah Islam (rukun iman) ialah jabariah.1 Sebagian besar kemenangan Muhammad dalam perang didasarkan kepada ajaran ini. Segala peristiwa yang terjadi dalam hidup sudah ditentukan lebih dulu oleh takdir Tuhan, sudah tertulis dalam &#8216;Papan Abadi&#8217;2 sebelum Tuhan menciptakan alam ini, dan bahwa nasib dan ajal manusia semua sudah ditentukan, sudah tak dapat dielakkan lagi. Dengan cara apa pun menurut kemampuan usaha dan pikiran manusia, sudah tak dapat dimajukan lagi. Dengan keyakinan ini kaum Muslimin terjun ke medan perang tanpa merasa takut sama sekali. Kalau mati dalam pertempuran [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/orientalis-dan-kebudayaan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebudayaan Islam Dalam Al-Quran</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/kebudayaan-islam-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/kebudayaan-islam-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[alquran]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/kebudayaan-islam-dalam-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Dua kebudayaan: Islam dan Barat MUHAMMAD telah meninggalkan warisan rohani yang agung, yang telah menaungi dunia dan memberi arah kepada kebudayaan dunia selama dalam beberapa abad yang lalu. Ia akan terus demikian sampai Tuhan menyempurnakan cahayaNya ke seluruh dunia. Warisan yang telah memberi pengaruh besar pada masa lampau itu, dan akan demikian, bahkan lebih lagi pada masa yang akan datang, ialah karena ia telah membawa agama yang benar dan meletakkan dasar kebudayaan satu-satunya yang akan menjamin kebahagiaan dunia ini. Agama dan kebudayaan yang telah dibawa Muhammad kepada umat manusia melalui wahyu Tuhan itu, sudah begitu berpadu sehingga tidak dapat lagi terpisahkan. Kalau pun kebudayaan Islam ini didasarkan kepada metoda-metoda ilmu pengetahuan dan kemampuan rasio, &#8211; dan dalam hal ini sama seperti yang menjadi pegangan kebudayaan Barat masa kita sekarang, dan kalau pun sebagai agama Islam berpegang pada pemikiran yang subyektif dan pada pemikiran metafisika namun hubungan antara ketentuan-ketentuan agama dengan dasar kebudayaan itu erat sekali. Soalnya ialah karena cara pemikiran yang metafisik dan perasaan yang subyektif di satu pihak, dengan kaidah-kaidah logika dan kemampuan ilmu pengetahuan di pihak lain oleh Islam dipersatukan dengan satu ikatan, yang mau tidak mau memang perlu dicari sampai dapat ditemukan, untuk kemudian tetap menjadi orang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/kebudayaan-islam-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemakaman Rasulullah SAW</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/pemakaman-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/pemakaman-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/pemakaman-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Berita kematian menggemparkan NABI telah memilih Handai Tertinggi di rumah Aisyah dengan kepala di pangkuannya. Kemudian Aisyah meletakkan kepalanya di atas bantal. Ia berdiri, dan bersama-sama dengan wanita-wanita lain &#8211; yang segera datang begitu berita sampai kepada mereka &#8211; ia memukul-mukul mukanya sendiri. Dengan peristiwa itu kaum Muslimin yang sedang berada dalam mesjid sangat terkejut sekali, sebab ketika paginya mereka melihat Nabi dari segalanya menunjukkan, bahwa ia sudah sembuh. Itu pula sebabnya Abu Bakr pergi mengunjungi isterinya Bint Kharija di Sunh. Umar tidak percaya Rasul wafat Setelah mengetahui hal itu cepat-cepat Umar ke tempat jenazah disemayamkan. Ia tidak percaya bahwa Rasulullah sudah wafat. Ketika dia datang, dibukanya tutup mukanya. Ternyata ia sudah tidak bergerak lagi. Umar menduga bahwa Nabi sedang pingsan. Jadi tentu akan siuman lagi. Dalam hal ini sia-sia saja, Mughira hendak meyakinkan Umar atas kenyataan yang pahit ini. Ia tetap berkeyakinan, bahwa Muhammad tidak mati. Oleh karena Mughira tetap juga mendesak, ia berkata: &#34;Engkau dusta!&#34; Kemudian ia keluar ke mesjid bersama-sama sambil berkata: &#34;Ada orang dari kaum munafik yang mengira bahwa Rasulullah s.a.w. telah wafat. Tetapi, demi Allah sebenarnya dia tidak meninggal, melainkan ia pergi kepada Tuhan, seperti Musa bin &#8216;Imran. Ia telah menghilang dari tengah-tengah masyarakatnya selama [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/pemakaman-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sakit dan Wafatnya Rasulullah SAW</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/sakit-dan-wafatnya-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/sakit-dan-wafatnya-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[rasulluah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>
		<category><![CDATA[wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/sakit-dan-wafatnya-rasulullah-saw/</guid>
		<description><![CDATA[Menceriterakan sakit dan wafatnya Nabi; termasuk sejarah nabi-nabi palsu diawal sejarah Islam dan penunjukkan Abu Bakr untuk menjadi imam sholat Rencana ekspedisi ke Rumawi IBADAH haji perpisahan kini sudah selesai, dan sudah tiba pula saatnya puluhan ribu orang yang menyertai Nabi dalam ibadah ini akan pulang ke rumah masing-masing. Penduduk Najd pulang mendaki dataran tinggi, penduduk Tihama ke daerah pantai dan penduduk Yaman dan Hadzramaut serta daerah-daerah sekitarnya menuju arah selatan. Nabi dan sahabat-sahabat pun bertolak menuju Medinah. Bila mereka sudah sampai dan menetap lagi di kota itu, keadaan seluruh semenanjung sudah aman. Tetapi, yang masih selalu menjadi pikiran buat Muhammad ialah soal beberapa daerah yang masih di bawah kekuasaan Rumawi dan Persia di daerah Syam, Mesir dan Irak. Dari pihak seluruh jazirah itu kini sudah tidak ada apa-apa lagi. Orang secara berbondong-bondong datang memeluk agama Allah, perutusan datang berturut-turut ke Yathrib menyatakan kesetiaannya, menyatakan kehendaknya bernaung di bawah bendera Islam, dan semua orang sudah menggabungkan diri kepadanya ketika dalam ibadah haji perpisahan itu. Raja-raja Arab dengan daerahnya masing-masing itu betapa takkan ikhlas kepada Nabi dan kepada agamanya, jika oleh Nabi yang ummi itu mereka dibiarkan tetap dengan kekuasaannya dan dalam kemerdekaannya sendiri pula! Bukankah Bad-han &#8211; Gubernur Persia di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/sakit-dan-wafatnya-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibadah Haji Perpisahan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/ibadah-haji-perpisahan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/ibadah-haji-perpisahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/ibadah-haji-perpisahan/</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad dan Ahli Kitab SEJAK Ali b. Abi Talib membacakan awal Surah Bara&#8217;ah kepada orang-orang yang pergi haji, yang terdiri dari orang-orang Islam dan musyrik, waktu Abu Bakr memimpin jemaah haji, dan sejak ia mengumumkan kepada mereka atas perintah Muhammad waktu mereka berkumpul di Mina, bahwa orang kafir tidak akan masuk surga, dan sesudah tahun ini orang musyrik tidak boleh lagi naik haji, tidak boleh lagi bertawaf di Ka&#8217;bah dengan telanjang, dan barangsiapa terikat oleh suatu perjanjian dengan Rasulullah s.a.w. itu tetap berlaku sampai pada waktunya &#8211; sejak itu pula orang-orang musyrik penduduk jazirah Arab semua yakin sudah, bahwa buat mereka tak lagi ada tempat untuk terus hidup dalam paganisma. Dan kalau masih juga mereka melakukan itu, ingatlah, akan pengumuman perang dari Allah dan RasulNya. Hal ini akan berlaku buat penduduk daerah selatan jazirah Arab, yaitu Yaman dan Hadzramaut; sebab buat daerah Hijaz dan sekitarnya sampai ke utara mereka sudah masuk Islam dan bernaung di bawah bendera agama baru ini. Di bagian selatan itu sebenarnya masih terbagi antara penganut paganisma, dengan penganut Kristen. Tetapi orang-orang pagan ini kemudian menerima juga, seperti yang sudah kita lihat di atas. Secara berbondong bondong mereka masuk Islam, mereka mengirim utusan ke Medinah, dan Nabi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/ibadah-haji-perpisahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Perutusan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/05/tahun-perutusan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/05/tahun-perutusan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sirah Nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[nabawiyah]]></category>
		<category><![CDATA[perutusan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>
		<category><![CDATA[tabuk]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/2010/05/tahun-perutusan/</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Tabuk DENGAN berakhirnya ekspedisi ke Tabuk itu maka ajaran Islam sudah selesai tersebar ke seluruh jazirah Arab. Muhammad sudah aman dari setiap serangan yang datang dari luar. Sebenarnya, begitu Muhammad kembali ke Medinah dari perjalanan ekspedisi itu, semua penduduk jazirah yang masih berpegang pada kepercayaan syirik, sekarang sudah mulai berpikir-pikir. Meskipun kaum Muslimin yang telah ikut menemani Muhammad dalam perjalanan ke Syam itu cukup mengalami pelbagai macam kesukaran, memikul segala penderitaan karena haus dan panas musim yang begitu membakar, namun mereka kembali dengan hati kesal, sebab mereka tidak jadi berperang, tidak membawa rampasan perang, karena pihak Rumawi menarik pasukannya hendak bertahan dalam benteng-benteng di pedalaman Syam. Akan tetapi penarikan mundur ini sebenarnya telah meninggalkan kesan yang dalam sekali dalam hati kabilah-kabilah bagian selatan &#8211; di Yaman, Hadzramaut dan &#8216;Umman (Oman). Bukankah pasukan Rumawi itu juga yang telah mengalahkan Persia, telah mengambil kembali Salib Besar, kemudian membawanya kembali ke Yerusalem dalam suatu upacara besar-besaran? Sedang Persia, waktu itu dalam waktu yang cukup lama merupakan penguasa yang perkasa atas wilayah Yaman dan daerah-daerah sekitarnya itu. Selama kaum Muslimin berada tidak jauh dari Yaman dan daerah-daerah Arab lainnya, bukankah sudah selayaknya apabila seluruh wilayah ini bergabung semua dalam suatu kesatuan di bawah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/05/tahun-perutusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
