<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; kawin</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/kawin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 4)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-4/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah-bagian-4/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-151 Fathimah Binti Qais berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah, suamiku telah mentalakku dengan tiga talak, aku takut ada orang mendatangiku. Mak beliau menyuruhnya pindah dan ia kemudian pindah. Riwayat Muslim. Hadits ke-152 Amar Ibnul al-&#8217;Ash Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Janganlah engkau campur-baurkan sunnah Nabi pada kita. Masa iddah Ummul Walad (budak perempuan yang memperoleh anak dari majikannya) jika ditinggal mati suaminya ialah empat bulan sepuluh hari. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim dan Daruquthni menilainya munqothi&#8217;. &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: (Arti) quru&#8217; itu tidak lain adalah suci. Riwayat Malik dalam suatu kisah dengan sanad shahih. Hadits ke-153 Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Talak budak perempuan ialah dua kali dan masa iddahnya dua kali haid. Riwayat Daruquthni dengan marfu&#8217; dan iapun menilainya dha&#8217;if. Hadits ke-154 Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah juga meriwayatkan dari hadits &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu dan dinilainya shahih oleh Hakim. Namun para ahli hadits menentangnya dan mereka sepakat bahwa ia hadits dha&#8217;if. Hadits ke-155 Dari Ruwaifi&#8217; Ibnu Tsabit Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menyiramkan airnya pada tanaman orang lain.&#8221; Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 3)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-3/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah-bagian-3/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-101 Dari Abdullah Ibnu Zam&#8217;ah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Janganlah seseorang di antara kamu memukul istrinya seperti ia memukul budak.&#8221; riwayat Bukhari. Hadits ke-102 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa istri Tsabit Ibnu Qais menghadap Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit Ibnu Qais, namun aku tidak suka durhaka (kepada suami) setelah masuk Islam. Lalu Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Apakah engkau mau mengembalikan kebun kepadanya?&#8221;. Ia menjawab: Ya. Maka Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda (kepada Tsabit Ibnu Qais): &#8220;Terimalah kebun itu dan ceraikanlah ia sekali talak.&#8221; Riwayat Bukhari. Dalam riwayatnya yang lain: Beliau menyuruh untuk menceraikannya. Hadits ke-103 Menurut riwayat Abu Dawud dan hadits hasan Tirmidzi: bahwa istri Tsabit Ibnu Qais meminta cerai kepada beliau, lalu beliau menetapkan masa iddahnya satu kali masa haid. Hadits ke-104 Menurut riwayat Ibnu Majah dari Syu&#8217;aib, dari ayahnya, dari kakeknya, r.a: Bahwa Tsabit Ibnu Qais itu jelek rupanya, dan istrinya berkata: Seandainya aku tidak takut murka Allah, jika ia masuk ke kamarku, aku ludahi wajahnya. Hadits ke-105 Menurut riwayat Ahmad dari haditsh Sahal Ibnu Abu Hatsmah: Itu adalah permintaan cerai yang pertama dalam Islam. Hadits ke-106 Dari Ibnu Umar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 2)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:04:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-51 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Allah tidak akan melihat laki-laki yang menyetubuhi seorang laki-laki atau perempuan lewat duburnya.&#8221; Riwayat Tirmidzi, Nasa&#8217;i, dan Ibnu Hibban, namun ia dinilai mauquf. Hadits ke-52 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.&#8221; Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Muslim: &#8220;Jika engkau menikmatinya, engkau dapat kenikmatan dengannya yang bengkok, dan jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, dan mematahkannya adalah memcerainya.&#8221; Hadits ke-53 Jabir berkata: Kami pernah bersama Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam dalam suatu peperangan. Ketika kami kembali ke Madinah, kami segera untuk masuk (ke rumah guna menemui keluarga). Maka beliau bersabda: &#8220;Bersabarlah sampai engkau memasuki pada waktu malam -yakni waktu isya&#8217;- agar wanita-wanita yang kusut dapat bersisir dan wanita-wanita yang ditinggal lama dapat berhias diri.&#8221; [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-1 Abdullah Ibnu Mas&#8217;ud Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda pada kami: &#8220;Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.&#8221; Muttafaq Alaihi. Hadits ke-2 Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: &#8220;Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku.&#8221; Muttafaq Alaihi. Hadits ke-3 Anas Ibnu Malik Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: &#8220;Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat.&#8221; Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. Hadits ke-4 Hadits itu mempunyai saksi menurut riwayat Abu Dawud, Nasa&#8217;i dan Ibnu Hibban dari hadits Ma&#8217;qil Ibnu Yasar. Hadits ke-5 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.&#8221; Muttafaq Alaihi dan Imam Lima. Hadits ke-6 Dari Abu Hurairah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
