<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; muslim</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/muslim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Imam Muslim</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-muslim/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zhahra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/biografi-singkat-imam-muslim/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara&#8217;a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar. Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berpikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, dan mulai berani mengoreksi kesalahan dari gurunya yang salah menyebutkan periwayatan hadits. Selain kepada Ad Dakhili, Imam Muslim pun tak segan-segan bertanya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2010/02/biografi-singkat-imam-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segala Perbuatan Baik adalah Sedekah</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/08/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/08/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 22:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[perbuatan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim) MENSYUKURI NIKMAT Hadits ini sebagai perincian dari hadits ke-dua puluh lima. Bershodaqoh adalah wujud dari mensyukuri nikmat. Seluruh anggota badan harus menunaikan syukur. Mensyukuri nikmat ada dua macam, wajib dan sunnah. Syukur yang wajib yaitu setiap hari menggunakan seluruh anggota badan untuk menunaikan kewajiban, dan tidak digunakan untuk yang haram. Syukur yang sunnah yaitu melaksanakan hal-hal yang sunnah setelah yang wajib. Syukur yang sunnah bisa diwakili hanya dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/08/segala-perbuatan-baik-adalah-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tinggalkanlah Keragu-raguan</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/07/tinggalkanlah-keragu-raguan/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/07/tinggalkanlah-keragu-raguan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 13:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keragu-raguan]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[raguragu]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/tinggalkanlah-keragu-raguan/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Tholib, cucu Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangan beliau rodhiallohu ‘anhuma, dia berkata: ”Aku telah hafal (sabda) dari Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i. Tirmidzi berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih) Kedudukan Hadits Kedudukan hadits ini seperti kedudukan hadits ke enam. Tinggalkan Sesuatu Yang Meragukan Sesuatu yang meragukan adalah sesuatu yang membuat tidak tenang dan memunculkan rasa khawatir, jikalau ternyata hal itu tidak boleh dilakukan. Jika kita menghadapi kondisi demikian maka tinggalkanlah yang meragukan tersebut dan lakukan sesuatu yang meyakinkan atau yang membuat tenang. Adalah termasuk perbuatan tercela jika ada keraguan akan tetapi tetap dikerjakan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/07/tinggalkanlah-keragu-raguan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu Ma&#039;shar Astrolog Muslim dari Persia</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/abu-mashar-astrolog-muslim-dari-persia/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/abu-mashar-astrolog-muslim-dari-persia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 04:19:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[abu]]></category>
		<category><![CDATA[astrolog]]></category>
		<category><![CDATA[astrologi]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ma'shar]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[persia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/tokoh/abu-mashar-astrolog-muslim-dari-persia/</guid>
		<description><![CDATA[Nyaris semua karya Abu Ma’shar dalam astronomi telah hilang, dan hanya karya astrologinya dalam bahasa Arab yang masih tersisa. Al-Falaki. Gelar itu ditabalkan para ilmuwan di era kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah kepada Abu Ma’shar berkat kehebatannya dalam bidang astrologi (ilmu perbintangan). Gerrit Bos dalam tulisannya bertajuk Abu Ma’shar: The Abbreviation of the Introduction to Astrology, Together with the Medieval Latin Translation of Adelard of Bath, menyebut Abu Ma’shar sebagai astrolog hebat di abad ke-9 M. ‘’Karya-karya Abu Ma’shar dalam bidang astrologi begitu populer dan sangat ber pengaru h bagi peradaban masyarakat Eropa Barat di abad pertengahan,’’ ujar Bos. Betapa tidak. Sederet adikarya sang Astrolog Muslim itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Menurut Bos, Abu Ma’shar tak hanya berpengaruh dalam bidang astrologi, ia juga berkontribusi dalam bidang kedokteran. Penjelasan mengenai soal epidemik, papar Bos, merupakan salah satu pengaruh besar Abu Ma’shar dalam bidang kedokteran di Eropa. Ia menghubungkan masalah kedokteran dengan fenomena luar angkasa lewat teorinya yang disangat popular, yakni Theory of the Great Conjunctions. ‘’Menurut teori ini, hubungan planet tertentu dapat menyebabkan bencana alam dan politik,’’ tutur Bos. Salah satu bencana besar yang dihubung-hubungkan para dokter di abad ke -14 dengan teori yang dicetuskan Abu Ma’shar adalah fenomena Black Death. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/abu-mashar-astrolog-muslim-dari-persia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 4)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-4/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah-bagian-4/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-151 Fathimah Binti Qais berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah, suamiku telah mentalakku dengan tiga talak, aku takut ada orang mendatangiku. Mak beliau menyuruhnya pindah dan ia kemudian pindah. Riwayat Muslim. Hadits ke-152 Amar Ibnul al-&#8217;Ash Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Janganlah engkau campur-baurkan sunnah Nabi pada kita. Masa iddah Ummul Walad (budak perempuan yang memperoleh anak dari majikannya) jika ditinggal mati suaminya ialah empat bulan sepuluh hari. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim dan Daruquthni menilainya munqothi&#8217;. &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: (Arti) quru&#8217; itu tidak lain adalah suci. Riwayat Malik dalam suatu kisah dengan sanad shahih. Hadits ke-153 Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Talak budak perempuan ialah dua kali dan masa iddahnya dua kali haid. Riwayat Daruquthni dengan marfu&#8217; dan iapun menilainya dha&#8217;if. Hadits ke-154 Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah juga meriwayatkan dari hadits &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu dan dinilainya shahih oleh Hakim. Namun para ahli hadits menentangnya dan mereka sepakat bahwa ia hadits dha&#8217;if. Hadits ke-155 Dari Ruwaifi&#8217; Ibnu Tsabit Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menyiramkan airnya pada tanaman orang lain.&#8221; Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 3)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-3/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah-bagian-3/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-101 Dari Abdullah Ibnu Zam&#8217;ah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Janganlah seseorang di antara kamu memukul istrinya seperti ia memukul budak.&#8221; riwayat Bukhari. Hadits ke-102 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa istri Tsabit Ibnu Qais menghadap Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak mencela Tsabit Ibnu Qais, namun aku tidak suka durhaka (kepada suami) setelah masuk Islam. Lalu Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Apakah engkau mau mengembalikan kebun kepadanya?&#8221;. Ia menjawab: Ya. Maka Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda (kepada Tsabit Ibnu Qais): &#8220;Terimalah kebun itu dan ceraikanlah ia sekali talak.&#8221; Riwayat Bukhari. Dalam riwayatnya yang lain: Beliau menyuruh untuk menceraikannya. Hadits ke-103 Menurut riwayat Abu Dawud dan hadits hasan Tirmidzi: bahwa istri Tsabit Ibnu Qais meminta cerai kepada beliau, lalu beliau menetapkan masa iddahnya satu kali masa haid. Hadits ke-104 Menurut riwayat Ibnu Majah dari Syu&#8217;aib, dari ayahnya, dari kakeknya, r.a: Bahwa Tsabit Ibnu Qais itu jelek rupanya, dan istrinya berkata: Seandainya aku tidak takut murka Allah, jika ia masuk ke kamarku, aku ludahi wajahnya. Hadits ke-105 Menurut riwayat Ahmad dari haditsh Sahal Ibnu Abu Hatsmah: Itu adalah permintaan cerai yang pertama dalam Islam. Hadits ke-106 Dari Ibnu Umar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 2)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:04:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-51 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Allah tidak akan melihat laki-laki yang menyetubuhi seorang laki-laki atau perempuan lewat duburnya.&#8221; Riwayat Tirmidzi, Nasa&#8217;i, dan Ibnu Hibban, namun ia dinilai mauquf. Hadits ke-52 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.&#8221; Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Muslim: &#8220;Jika engkau menikmatinya, engkau dapat kenikmatan dengannya yang bengkok, dan jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, dan mematahkannya adalah memcerainya.&#8221; Hadits ke-53 Jabir berkata: Kami pernah bersama Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam dalam suatu peperangan. Ketika kami kembali ke Madinah, kami segera untuk masuk (ke rumah guna menemui keluarga). Maka beliau bersabda: &#8220;Bersabarlah sampai engkau memasuki pada waktu malam -yakni waktu isya&#8217;- agar wanita-wanita yang kusut dapat bersisir dan wanita-wanita yang ditinggal lama dapat berhias diri.&#8221; [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Nikah (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-nikah/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-1 Abdullah Ibnu Mas&#8217;ud Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda pada kami: &#8220;Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.&#8221; Muttafaq Alaihi. Hadits ke-2 Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: &#8220;Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku.&#8221; Muttafaq Alaihi. Hadits ke-3 Anas Ibnu Malik Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: &#8220;Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat.&#8221; Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. Hadits ke-4 Hadits itu mempunyai saksi menurut riwayat Abu Dawud, Nasa&#8217;i dan Ibnu Hibban dari hadits Ma&#8217;qil Ibnu Yasar. Hadits ke-5 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.&#8221; Muttafaq Alaihi dan Imam Lima. Hadits ke-6 Dari Abu Hurairah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Haji (Bagian 2)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-haji-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-haji-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 23:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-haji-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-41 Dari Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa apabila ia melakukan thowaf di Baitullah pada thowaf pertama, ia berjalan cepat tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran. Dalam suatu riwayat: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam apabila melakukan thowaf dalam haji atau umrah pada kedatangan pertama, beliau berjalan cepat tiga kali keliling dan berjalan biasa empat kali keliling. Muttafaq Alaihi. Hadits ke-42 Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam menyentuh bagian Ka&#8217;bah kecuali dua rukun Yamani. Riwayat Muslim. Hadits ke-43 Dari Umar bahwa ia mencium Hajar Aswad dan berkata: Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau hanyalah batu yang tidak membahayakan dan tidak memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam menciummu, aku tidak akan menciummu. Muttafaq Alaihi. Hadits ke-44 Abu al-Thufail berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam berthowaf di Ka&#8217;bah, beliau menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat yang dibawanya, dan mencium tongkat tersebut. Riwayat Muslim. Hadits ke-45 Ya&#8217;la Ibnu Umayyah berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam thowaf berselendangkan kain hijau. Riwayat Imam Lima kecuali Nasa&#8217;i, dan dinilai shahih oleh Tirmidzi. Hadits ke-46 Anas Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Di antara kami ada yang membaca talbiyah dan tidak ada yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-haji-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Haji (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-haji/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 23:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bulughul]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[maram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/bulughul-maram/kitab-haji/</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-1 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabruru kecuali surga.&#8221; Muttafaq Alaihi. Hadits ke-2 Dari &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah.&#8221; Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafadz menurut riwayatnya. Sanadnya shahih dan asalnya dari shahih Bukhari-Muslim. Hadits ke-3 Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku tentang umrah, apakah ia wajib? Beliau bersabda: &#8220;Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu.&#8221; Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf. Ibnu Adiy mengeluarkan hadits dari jalan lain yang lemah, dari Jabir Radliyallaahu &#8216;anhu berupa hadits marfu&#8217;: Haji dan umrah adalah wajib. Hadits ke-4 Anas Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu? beliau bersabda: &#8220;Bekal dan kendaraan.&#8221; Riwayat Daruquthni. Hadits shahih menurut Hakim. Hadits mursal menuru pendapat yang kuat. Hadits ke-5 Hadits tersebut juga dikeluarkan oleh Tirmidzi dari hadits Ibnu Umar. Dalam sanadnya ada [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
