<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zhahra &#187; suci</title>
	<atom:link href="http://www.zhahra.com/tag/suci/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.zhahra.com</link>
	<description>Menuju Jalan Terang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 May 2010 09:09:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Suci Adalah Sebagian Dari Iman</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/07/suci-adalah-sebagian-dari-iman/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/07/suci-adalah-sebagian-dari-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 23:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syarah Arba’in An-Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[bersih]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[sebagian]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/pegangan-hidup/haditss/syarah-arba%e2%80%99in-an-nawawi/suci-adalah-sebagian-dari-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Alloh) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (HR Muslim) Kedudukan Hadits Hadits ini sangat agung karena kata-katanya sangat menyentuh jiwa. Jiwa yang sehat pasti akan tersentuh dengan hadits ini dan lahirlah ketaatan. Bersuci Adalah Separuh Iman Ulama berbeda pendapat tentang makna bersuci merupakan separuh iman. Dua pendapat yang paling masyhur adalah: Bersuci diartikan dengan bersuci dari najis maknawi, yaitu dosa-dosa, baik dosa batin maupun dosa lahir. Karena iman ada dua bentuk, yaitu meninggalkan dan melakukan, maka tatkala sudah meninggalkan dosa-dosa berarti sudah memenuhi separuh iman. Bersuci diartikan dengan bersuci dengan air. Bersuci dengan air ada dua macam, yaitu bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. Bila bersuci diartikan dengan suci dari hadats kecil dan hadats besar maka yang dimaksud dengan iman adalah sholat. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/07/suci-adalah-sebagian-dari-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Thaharah (Bagian 4)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-4/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 16:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[thaharah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-141 Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tayammum itu dengan dua tepukan. Tepukan untuk muka dan tepukan untuk kedua belah tangan hingga siku-siku.&#8221; Riwayat Daruquthni dan para Imam Hadits menganggapnya mauquf. Hadits ke-142 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tanah itu merupakan alat berwudlu bagi orang Islam, meskipun ia tidak menjumpai air hingga sepuluh tahun. Maka jika ia telah mendapatkan air, hendaklah ia bertakwa kepada Allah dan menggunakan air itu untuk mengusap kulitnya.&#8221; Diriwayatkan oleh al-Bazzar. Shahih menurut Ibnul Qaththan dan mursal menurut Daruquthni. Hadits ke-143 Menurut riwayat Tirmidzi dari Abu Dzar ada hadits serupa dengan hadits tersebut. Hadits tersebut shahih menurutnya. Hadits ke-144 Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Ada dua orang laki-laki keluar bepergian, lalu datanglah waktu shalat sedangkan mereka tidak mempunyai air, maka mereka bertayamum dengan tanah suci dan menunaikan shalat. Kemudian mereka menjumpai air pada waktu itu juga. Lalu salah seorang dari keduanya mengulangi shalat dan wudlu sedang yang lainnya tidak. Kemudian mereka menghadap Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu kepadanya. Maka beliau bersabda kepada orang yang tidak mengulanginya: &#8220;Engkau telah melakukan sesuai sunnah dan shalatmu sudah sah bagimu.&#8221; Dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Thaharah (Bagian 3)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-3/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 15:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[thaharah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-101 Dari Jabir Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Apabila dua orang buang air besar maka hendaknya masing-masing bersembunyi dan tidak saling berbicara, sebab Allah mengutuk perbuatan yang sedemikian.&#8221; Diriwayatkan oleh Ahmad, hadits shahih menurut Ibnus Sakan dan Ibnul Qathan. Hadits ini ma&#8217;lul. Hadits ke-102 Dari Abu Qotadah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan ketika sedang kencing, jangan membersihkan bekas kotorannya dengan tangan kanan, dan jangan pula bernafas dalam tempat air.&#8221; Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Hadits ke-103 Salman Radliyallaahu &#8216;anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam benar-benar telah melarang kami menghadap kiblat pada saat buang air besar atau kecil, atau ber-istinja&#8217; (membersihkan kotoran) dengan tangan kanan, atau beristinja&#8217; dengan batu kurang dari tiga biji, atau beristinja&#8217; dengan kotoran hewan atau dengan tulang. Hadits riwayat Muslim. Hadits ke-104 Hadits menurut Imam Tujuh dari Abu Ayyub Al-Anshari Radliyallaahu &#8216;anhu berbunyi: &#8220;Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat.&#8221; Hadits ke-105 Dari &#8216;Aisyah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Barangsiapa yang hendak buang air hendaklah ia membuat penutup.&#8221; Riwayat Abu Dawud. Hadits ke-106 Dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Thaharah (Bagian 2)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 15:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[thaharah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-51 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Apabila kamu sekalian berwudlu maka mulailah dengan bagian-bagian anggotamu yang kanan.&#8221; Dikeluarkan oleh Imam Empat dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah. Hadits ke-52 Dari Mughirah Ibnu Syu&#8217;bah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam berwudlu, lalu beliau mengusap ubun-ubunnya, bagian atas sorbannya, dan kedua sepatunya. Dikeluarkan oleh Muslim. Hadits ke-53 Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu &#8216;anhu tentang cara haji Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Mulailah dengan apa yang telah dimulai oleh Allah.&#8221; Diriwayatkan oleh Nasa&#8217;i dengan kalimat perintah, sedang Muslim meriwayatkannya dengan kalimat berita. Hadits ke-54 Dia berkata: Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam jika berwudlu mengalirkan air pada kedua siku-sikunya. Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah. Hadits ke-55 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Tidaklah sah wudlu seseorang yang tidak menyebut nama Allah.&#8221; Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dengan sanad yang lemah. Hadits ke-56 Dalam hadits serupa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Said Ibnu Zaid dan Abu Said, Ahmad berkata: Tidak dapat ditetapkan suatu hukum apapun berdasarkan hadits itu. Hadits ke-57 Dari Thalhah Ibnu Musharrif, dari ayahnya, dari kakeknya, dia [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab Thaharah (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-2/</link>
		<comments>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 15:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulughul Maram]]></category>
		<category><![CDATA[bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[thaharah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zhahra.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Hadits ke-1 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda tentang (air) laut. &#8220;Laut itu airnya suci dan mensucikan, bangkainya pun halal.&#8221; Dikeluarkan oleh Imam Empat dan Ibnu Syaibah. Lafadh hadits menurut riwayat Ibnu Syaibah dan dianggap shohih oleh oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi. Malik, Syafi&#8217;i dan Ahmad juga meriwayatkannya. Hadits ke-2 Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya (hakekat) air adalah suci dan mensucikan, tak ada sesuatu pun yang menajiskannya.&#8221; Dikeluarkan oleh Imam Tiga dan dinilai shahih oleh Ahmad. Hadits ke-3 Dari Abu Umamah al-Bahily Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya air itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya kecuali oleh sesuatu yang dapat merubah bau, rasa atau warnanya.&#8221; Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan dianggap lemah oleh Ibnu Hatim. Hadits ke-4 Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi: &#8220;Air itu suci dan mensucikan kecuali jika ia berubah baunya, rasanya atau warnanya dengan suatu najis yang masuk di dalamnya.&#8221; Hadits ke-5 Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda: &#8220;Jika banyaknya air telah mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran.&#8221; Dalam suatu lafadz hadits: &#8220;Tidak najis&#8221;. Dikeluarkan oleh Imam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.zhahra.com/2009/06/kitab-thaharah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->